0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pencabulan, Kepala TK Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Terdakwa kasus pelecehan yang merupakan kepala TK di kawasan Kepatihan, Jebres, Willy B Setiawan saat digelandang petugas ke tahanan PN Solo (Dok. Timlo.net/Khalik)

Solo — Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa kasus pencabulan calon guru di Taman Kanak-kanak (TK) di Kawasan Jebres, Willy B Setiawan (Kepala TK) dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara. Perbuatan terdakwa dinilai JPU memenuhi unsur  dakwaan alternatif kesatu Pasal 290 ayat (1) KUHP tentang Kejahatan terhadap Kesusilaan.

Saat ditemui wartawan, Selasa (11/11),  JPU Ana May Diana mengatakan, surat tuntutan dibacakan pada minggu lalu di PN Solo. Selain itu, kata Ana, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan pihaknya meyakini bahwa terdakwa diduga kuat telah melakukan pencabulan terhadap korban berinisial, MM (18). Menurutnya, korban dicabuli dalam kondisi tak berdaya lantaran dibawah pengaruh hipnotis terdakwa. Pada saat itulah, terdakwa menggerayangi tubuh korban dengan memegang dada dan kelaminnya.

“Berdasarkan saksi ahli yang kita hadirkan, menguatkan dugaan bahwa terdakwa telah melakukan hipnosis dengan teknik undo. Disamping itu juga, berdasarkan hasil visum juga terdapat luka dibagian kelamin korban,” jelas Ana.

Keterangan lain yang memperkuat pembuktian perbuatan terdakwa, kata Ana, adalah kesaksian sejumlah guru TK yang menyaksikan bahwa Willy dan MM pada waktu kejadian tindak asusila itu memang berada diruang bermain.

“Terdakwa masih membantah keterangan dari saksi yang diajukan dalam sidang. Kami meyakini, bahwa terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Pasal 290 ayat (1) KUHP. Tuntutan dua tahun enam bulan kami rasa sudah setimpal dengan perbuatannya,” imbuh Ana.

Seperti yang diberitakan, JPU mendakwa Willy dengan empat dakwaan alternatif. Dakwaan itu terdiri atas Pasal 290 ayat (1), Pasal 294 ayat (2) ke-1, Pasal 294 ayat (2) ke-2, dan Pasal 281 ke-1 KUHP. Peristiwa bermula saat MM dinyatakan diterima sebagai pengajar di TK yang dipimpin Willy. Selanjutnya Willy menghubungi MM agar datang ke TK. Waktu itulah, saat MM datang ke TK yang dimaksud terdakwa melancarkan aksinya dengan berdalih supaya MM lebih percaya diri menghadapi orang lain.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge