0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dikira Markas Judi Online, Polisi Salah Gerebek Kantor Gameloft

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polisi salah menggerebek lokasi yang diduga sebagai markas judi online. Tempat yang diduga sarang judi online tersebut ternyata kantor developer game cukup terkenal, Gameloft.

Polisi menggeledah sebuah bangunan di jl. HOS Cokroaminoto No 73 Yogyakarta, Senin (10/11) kemarin. Kantor itu digerebek polisi lantaran diduga game center yang dijadikan tempat perjudian online.

Penggerebekan sempat memanas karena terjadi pemukulan oleh aparat kepada satpam kantor Gameloft. Menurut HRM Gameloft, Putra Dia, saat itu seorang anggota polisi yang menggunakan pakaian preman masuk ke dalam kantor, namun dicegah oleh Ponijan, satpam kantor Gameloft.

Ponijan kemudian menanyakan surat penggeledahan dari polisi. Namun karena tidak bisa menunjukkan, aparat itu justru memukul Ponijan.

“Di kantor kami tidak sembarang orang bisa masuk, bahkan satpam saja tidak boleh karena ada prototipe yang tidak boleh dilihat orang. Jadi ketika ada anggota polisi tanpa surat tugas mau masuk tidak diperbolehkan oleh satpam,” kata Putra seusai menemui wali kota Yogya, Haryadi Suyuti untuk membahas kasus salah gerebek tersebut di balai kota, Selasa (11/11).

Tak lama setelah kejadian pemukulan, sekitar 10 polisi berseragam datang dengan membawa surat penggeledahan. Saat itulah polisi kemudian masuk ke kantor Gameloft dan melakukan penggeledahan.

“Setelah itu baru ada yang menyusul sekitar 10 polisi dengan membawa surat penggeledahan,” ujar Putra.

Sementara itu, Studio Manager Gameloft, Andrei Vladimir Lascu mengaku bahwa kejadian itu merupakan kesalahpahaman dari pihak kepolisian. Semula polisi mengira jika kantor Gameloft adalah game center dan tempat judi online.

Meski demikian Andrei tidak lagi mempermasalahkan kejadian tersebut. Dia juga sudah memaafkan dan menerima permintaan maaf dari polisi.

“Saya kira ini hanya salah paham saja, saya sudah memaafkan. Mereka hanya ingin mengecek apakah semua yang ada di dalam kantor itu legal,” pungkas Andrei. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge