0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jembatan Timbang Berlakukan Sidang di Ttempat

Petugas jembatan timbang Selogiri saat gelar sidang di tempat (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Jembatan timbang Nambangan, Selogiri, Wonogiri mulai memberlakukan sidang di tempat sejak dua bulan terakhir ini bagi pengendara angkutan muatan yang melanggar. Penindakan itu dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Kejari Wonogiri, Dinhubkominfo Jateng, Satlantas Wonogiri dan Pengadilan Negeri (PN) Wonogiri, Selasa (11/11).

Kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Jembatan timbang Nambangan Selogiri Sri Yatno mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan sudah dua bulan ini bersama tim gabungan.

Disebutkan, tugas tim terpadu itu ialah melakukan penindakan langsung atas pelanggaran muatan yang melanggar ketentuan. Setelah diberlakukan sidang di tempat, dari data pihaknya, pelanggaran dapat dikatakan ada sejumlah penurunan.

“Untuk sidang ditempat ini kami gelar setiap hari Selasa,” ungkap Sri Yatno kepada wartawan saat dijumpai di Jembatan Timbang Nambangan.

Sementara itu, dari hasil sidang di tempat yang ia lakukan bersama tim gabungan, hari ini, selama kurang lebih dua jam, tercatat 164 kendaraan yang masuk jembatan timbang dengan jumlah penindakan 20 kendaraan dikenai sangsi Tilang, sedang 25 dikenai denda, dengan total uang denda sebesar Rp 2.730.000 serta satu pelanggar yang statusnya ferstex atau lantaran pengendara tidak mempunyai uang untuk membayar denda satu orang.

“Bagi kendaraan yang dikenai sanksi denda itu karena masuk pada kriteria muatannya kurang dari 25 persen,” katanya.

Dengan diberlakukan sidang di tempat, diakuinya volume pelanggaran ada sejumlah penurunan. Saat ditanya berapa angka penurunannya, ia mengakui hanya sekitar 15 persen.

Sementara itu besaran denda yang diterapkan tergolong variatif, disesuaikan dengan kriteria pelanggaran mulai dari Rp 80 ribu hingga Rp 180 ribu, jika melanggar aturan yang paling berat.

Besaran denda tersebut menurut salah satu pengendara truk, Sadimin warga Wonogiri, sangat memberatkan. Dia juga mengatakan bahwa dirinya hanya melanggar muatan yang tergolong sedikit. Truk yang ia bawa bermuatan batu koral (split). Ia terpaksa harus merogoh kocek sebesar Rp 150 ribu untuk membayar denda.

“Sebenarnya kalau pribadi saya, denda ini sangat memberatkan,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge