0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Pidato di APEC Berbahasa Inggris, Ini Tanggapan Pengamat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) (dok.merdeka.com)

Timlo.net—Pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berpidato dalam Bahasa Inggris di ajang APEC (Asia Pacific Economic Cooperation) di Beijing, Cina cukup jelas: Sekarang waktunya berinvestasi di Indonesia.

Akan tetapi, cara Jokowi menyampaikan pidatonya mendapat berbagai tanggapan berbeda dari masyarakat Indonesia dan dunia. Beberapa pengamat memuji pidatonya yang disampaikan dalam Bahasa Inggris. Beberapa orang lain berkata bahwa pidatonya terasa amatiran dan terlalu berfokus pada persoalan domestik.

“Pada dasarnya, dia menggunakan sebuah pidato kampanye untuk audiens internasional,” kata Yohanes Sulaiman, seorang dosen di Universitas Pertahanan Indonesia di Jakarta. “Maksud saya, menghapus subsidi BBM untuk menyediakan benih bagi para petani?” tambahnya.

Pidato Jokowi ditujukan untuk para pemimpin bisnis di APEC di mana banyak investor dan pemimpin global antusias mendengarkan pandangannya. Banyak orang menyaksikan bagaimana mantan walikota Solo itu menyampaikan pidatonya dalam Bahasa Inggris yang singkat dan jelas, menunjukkan bahwa dia pemimpin dari negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.

Pada 13 menit pertama, dia menjelaskan tentang penghapusan subsidi BBM yang selama ini membebani anggaran Indonesia dan akan membatasi kemampuannya untuk melakukan reformasi sosial dan perbaikan infrastruktur yang selama ini dia janjikan.

Dia lantas menunjukkan berbagai proyek infrastruktur: pelabuhan laut, rel kereta api dan transportasi massa sebagai contoh dari kesempatan investasi yang luas. Sebelum menutup pidatonya, Jokowi mengakui adanya masalah yang dialami para investors seperti susahnya melakukan pembebasan lahan untuk pengembangan proyek.

Sulaiman mengatakan bahwa menyinggung masalah kesulitan dalam melakukan bisnis di Indonesia pada audiens internasional adalah sebuah langkah buruk dan mengganggu pesan utama pidato itu yaitu mempromosikan Indonesia.

Analis lainnya merasa pidato ini menawarkan sesuatu yang dibutuhkan untuk menyakinkan masyarakat dunia untuk berinvestasi di sebuah negara yang selama ini selalu menduduki peringkat bawah dalam urusan kemudahan melakukan bisnis dalam survei-survei yang ada.

“Kemampuan untuk menyelesaikan masalah pembebasan lahan dalam waktu yang tepat akan menyediakan sebuah indikasi jelas pemerintah meningkatkan kapasitasnya untuk menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur,” kata Anton Alifandi, seorang analis dari firma IHS.

Walaupun beberapa pihak mengatakan bahwa pidato itu kekurangan visi dan seolah-olah terlihat seperti presentasi agensi investasi, Jokowi menerima sambutanyang meriah.

Charles Morrison, kepala dari lembaga nirlaba East-West Center, bahkan mengaku bahwa presentasi Jokowi di ajang internasional itu sebagai pidato yang baik dengan penggunaan Bahasa Inggris yang sederhana dan baik.

Jokowi spoke at CEO Summit in excellent, simple Eng, no notes, using own pointer and ppt control, focused on investmt opps.@APEC_CEOsummit

Charles E. Morrison (@charmorrison) November 10, 2014

Sumber: The Wall Street Journal.

Editor : Ranu Ario Kurniawan

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge