0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

ISI Solo Harus Mampu Menjaga Ketahanan Kebudayaan

(Dari kiri) Dirjen Kementrian pendidikan dan kebudayaan Prof Kacung Marijan, Gubernur Jateng: Ganjar Pranowo dan Rektor ISI Solo: Sri Rochana Widyastutieningrum (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan budaya Jawa, di Pendapi Ageng Insntitut Seni Indonesia (ISI) Solo, Senin (10/11) malam. Nota kesepahaman itu bertujuan untuk menjaga dan mengembangkan budaya Jawa, khususnya dalam bentuk seni pertunjukan dan penelitian yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa ISI Solo.

“Sebagai lembaga pendidikan tentunya ISI Solo diharapkan mampu untuk menjaga ketahanan kebudayaan. Terlebih kebudayaan Jawa yang berakar dan bersumber pada kearifan lokal masyarakat Jawa Tengah,” ungkap Gubernur
dalam pidatonya.

Dalam acara yang berlangsung bertepatan dengan pembukaan Kongres Budaya Jawa tersebut, Ganjar juga berharap bahwa nota kesepahaman yang berlaku hingga satu tahun ke depan ini bisa memajukan Jawa Tengah sebagai salah satu pusat penciptaan dan pengkajian budaya Jawa.

Sementara, Rektor ISI Solo Sri Rochana Widyastutieningrum menyampaikan rasa terimakasihnya kepada perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Rochana mengungkapkan, sebagai lembaga pendidikan selain bertugas pelestari budaya, ISI Solo juga mengemban tugas sebagai pengembang budaya Indonesia.

“Bukan hanya sebagai pelestari budaya, namun juga sebagai pengembang dan pelaku kebudayaan itu sendiri. Maka dalam lembaga pendidikan ini harus dibangun iklim yang sehat dalam menciptakan perkembangan budaya, yang berakar pada budaya Jawa itu sendiri,” paparnya.

Foto: Dirjen Kementrian pendidikan dan kebudayaan: Prof Kacung Marijan

Gubernur Jateng: Ganjar Pranowo

Rektor ISI Solo: Sri Rochana Widyastutieningrum

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge