0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Persis Blak-blakan di Hadapan Komding PSSI

Skuad Persis Solo (Dok. Timlo.net/Aryo)

Jakarta – Persis Solo memenuhi panggilan Komisi Banding (Komding) PSSI di Jakarta, Senin (10/11) sore. Di hadapan Komding dipimpin Alfred Simanjuntak, sejumlah perwakilan klub berjuluk Laskar Sambernyawa inipun secara blak-blakan menyampaikan kronologis dan fakta saat berada di Samarinda beberapa waktu lalu.

Pertemuan dengan Komding, Persis Solo diwakili manajer Totok Supriyanto, direktur teknik Hong Widodo, sekretaris manajer Sapto Joko Purwadi, pelatih kepala Widyantoro, pelatih fisik Pipit Yulianto dan satu pemain Ferryanto Saputro. Pemanggilan oleh Komding ini merupakan buntut kericuhan sehari menjelang pertandingan melawan tuan rumah Pusamania Borneo FC 25 Oktober 2014 lalu.

Saat itu tim Persis memilih pulang ke Solo dan tidak memenuhi pertandingan setelah mendapat teror dari kubu tuan rumah. Praktis, laga pamungkas babak delapan besar menjadi tak menentu nasibnya. Hingga saat ini, PSSI melalui Komdis dan Komding tengah mencari solusi terbaik atas kasus itu.

“Sama seperti saat sidang dengan Komdis (Komisi Disiplin) sebelumnya, kami menceritakan kronologi dan fakta di lapangan saat penyerangan hingga akhirnya kami enggan bermain. Bukti-bukti juga sudah kami serahkan ke Komding,” beber Sekretaris Manajer Persis, Sapto Purwadi saat dihubungi wartawan, Senin malam.

Ditambahkan Sapto, pihak Persis menyampaikan keterangan lebih difokuskan pada proses technical meeting sehari jelang laga. Dalam hal ini saat temu teknik itu tidak semua unsur terlibat dalam pertandingan hadir. Saat itu hanya diikuti tuan rumah melalui panitia pelaksana (Panpel).

Technical meeting berdasarkan manual liga, selain perwakilan kedua tim, juga harus dihadiri Panpel, pengawas pertandingan , wasit, tim medis dan perwakilan aparat kepolisian.

“Laporan kami juga dibenarkan oleh pengawas pertandingan serta wasit dalam pertemuan dengan Komding tadi. Bukti tersebut semakin menguatkan bahwa kami tidak dalam kondisi aman dan nyaman sebelum bertanding,” tambah Sapto.

“Mereka (Borneo FC) juga tidak bisa menunjukkan surat sebagai bukti otentik bahwa ada penambahan jumlah aparat keamanan saat kami berada di Samarinda. Tentu ini semakin menguatkan mengapa kami ingin laga ini harus diulang,” pungkas Sapto.

Terpisah, Pelatih Persis, Widyantoro berharap PSSI menunjukkan kebijaksanaannya setelah menerima laporan dari timnya soal kejadian di Samarinda.

“Semua laporan kami berdasarkan fakta, untuk itu kami berharap PSSI bijaksana dan menggelar pertandingan ulang,” katanya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge