0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Lokasi Rawan Banjir Kota Solo

Banjir di salah satu kampung di Solo (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo – Menghadapi musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan  peta daerah rawan banjir di wilayah Kota Solo. Peta ini merupakan hasil kajian dan pengamatan dilakukan BPDB selama satu tahun terakhir.

Kepala BPBD Kota Solo, Eko Nugroho, menjelaskan pemetaan daerah itu berdasarkan atas pengalaman banjir beberapa waktu lalu. Pihaknya membagi beberapa kategori dalam peta, yakni skala aman, rendah, sedang, tinggi dan sangat tinggi.

“Berdasarkan pengamatan dan kajian yang kami lakukan, kami membagi daerah rawan banjir tersebut dalam beberapa kategori. Nah dari kategori yang sudah kami klasifikasikan itu, Kecamatan Jebres menjadi daerah yang paling rawan banjir,” paparnya.

Lebih spesifik Eko mengatakan, beberapa lokasi di wilayah kecamatan itu seperti Sewu, Gandekan, Sudiroprajan, Pucang Sawit dan Jagalan merupakan daerah paling rawan dan berkategori merah.

Kontur tanah rendah dan kondisi wilayah berbatasan langsung dengan Sungai Bengawan Solo menambah semakin rawannya kelima daerah dimaksud. Selain daerah itu, BPBD juga menyatakan Kecamatan Banjarsari juga memiliki dua kawasan rawan, yakni Kadipiro dengan status rendah dan sedang serta Nusukan dengan status sedang.

Kecamatan lain seperti Pasar Kliwon pun tidak luput dari pengamatan BPBD. Kelurahan Joyosuran dan Kelurahan Sangkrah masuk daerah rawan dengan tingkat banjir tinggi. Sedangkan Kelurahan Pasar Kliwon dengan status tinggi, Kelurahan Semanggi dan Kelurahan Kedung Lumbu masuk kategori sedang.

“Kami mengintensifkan komunikasi dengan beberapa dinas terkait, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum (DPU) serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP). Kami memerkirakan curah hujan pada bulan ini sangat tinggi, sehingga masyarakat kami minta waspada,” katanya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge