0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Derita Nurmayanti, PRT yang Disiksa Majikan

Tiga penganiaya PRT (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Pembantu Rumah Tangga (PRT) asal Pemalang, Jateng, Nurmayanti (20), mengalami nasib tragis. Ia mengalami penyiksaan oleh majikannya sendiri hingga meninggalkan bekas luka di beberapa bagian tubuhnya.

Kasus ini terungkap karena ada laporan masyarakat yang merasa aneh tak pernah melihat Nurmayanti di lingkungannya. Akhirnya mereka melihat wanita 20 tahun itu menderita luka bakar dan memar di sekujur tubuhnya.

Dari hasil visum, dilaporkan korban mengalami memar di sekujur tubuhnya, serta banyak luka bakar akibat sundutan rokok dan lem tembak. Bahkan mata sebelah kirinya terlihat lebam memerah, akibat dihajar kepala ikat pinggang oleh sang majikan.

Ketika ditanya, korban yang berasal dari daerah Pemalang, Jawa Tengah itu mengaku bahwa awalnya ia memang merantau, dan mengaku bertemu sang majikan (AD) di daerah Luar Batang. Kemudian AD menawarinya bekerja sebagai PRT, dengan iming-iming gaji sebesar Rp 350 ribu.

Namun sampai 5 bulan berjalan, AD tak juga memberikan gaji tersebut kepada Nurmayanti, malah menyiksanya.

“Saya hanya dikasih makan nasi sama garam saja setiap hari. Terus tidurnya di dekat tempat cucian piring,” kata Nurmayanti saat ditemui di Polres Jakarta Selatan, Senin (10/11).

Tersangka berinisial AF (65), AD (53), dan AY (54). AD dan AY adalah kakak beradik. AD merupakan majikan Nurmayanti dan sering dikunjungi oleh kedua saudaranya tersebut, serta ikut melakukan penganiayaan jika sang PRT melakukan sedikit kesalahan.

Salah satu tersangka (AY) menuturkan, alasan penganiayaan tersebut dikarenakan Nurmayanti kerap tidak beres dalam bekerja, serta beberapa kali tertangkap basah mengintip anak majikannya yang seorang pria.

“Dia suka ngintip anak majikannya yang cowok. Sudah gitu kerjanya nggak beres, sering salah,” kaya AY menuturkan.

Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Wahyu Hadiningrat mengatakan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka masih akan dilakukan. Saat ini pihaknya masih mengumpulkan sejumlah bukti dan keterangan pihak tetangga pelaku.

Dirinya juga mengatakan, kesaksian para pelaku juga masih harus diperjelas, karena keterangan masih sering berubah-ubah.

“Nanti kita melakukan tes kejiwaan kepada ketiga tersangka, guna melihat kondisi psikologis mereka. Karena luka yang diderita korban itu sangat banyak sekali, dari luka memar hingga luka bakar,” kata Wahyu.

Akibat perbuatannya, ketiga tersangka akan dijerat pasal 170 KUHP dan pasal 44 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2014, tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 5 tahun penjara. [did]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge