0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Disperindagkop Klaten: Waspadai Investasi Abal-Abal

Kantor BMT Bina Usaha Mandiri Klaten dipasang police line (dok.timlo.net/aditya wijaya)

Klaten —  Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop & UMKM) Klaten, Sugeng Haryanto, buka suara terkait dugaan penggelapan dana nasabah oleh manajeman lembaga keuangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Bina Usaha Mandiri (BUM) Klaten.

Ia meminta agar masyarakat tak langsung percaya pada janji-janji investasi yang di luar batas kewajaran. Hal tersebut diungkapkan Sugeng Haryanto ketika ditemui Timlo.net di Kantor Disperindagkop & UMKM Klaten, Jalan Pemuda no 220 Klaten, Senin (20/11).

“Jika ada lembaga keuangan, entah bentuknya Koperasi, BMT, yayasan, atau apapun itu namanya, kalau tawaran bunga yang dijanjikan diluar batas kewajaran, pasti itu abal-abal. Kita wajib curiga,” tandasnya.

Sebelum kasus  BMT BUM meledak, Sugeng mengatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan, dengan cara mendatangi BMT yang berada di Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah itu. Pasalnya saat dilakukan beberapa kali pemanggilan, pengurusnya tak pernah datang.

“Selama tahun 2014, BMT BUM tidak pernah memberikan laporan keuangan triwulan. Selain itu, kalau dimintai keterangan, pengurusnya selalu menghindar dan yang datang malah karyawannya yang tidak tahu apa-apa. Karena itulah, 22 September lalu, kami mendatangi BMT BUM,” kata Sugeng Haryanto.

Seperti diketahui, dugaan kasus penggelapan dana nasabah BMT di Klaten tak hanya terjadi di BMT BUM. Sebelumnya, pada medio Agustus lalu, manajemen Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Khadijah di Desa Tambakboyo, Kecamatan Pedan juga diduga melarikan dana nasbahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge