0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jokowi Ditantang Lebih Transparan Pilih Direksi BUMN

Jokowi lantik menteri Kabinet Kerja (merdeka.com)

Timlo.net – Ditunjuknya Rini Soemarno untuk duduk di kursi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sempat melahirkan polemik. Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti mengkhawatirkan masuknya nama Rini Soemarno sebagai Menteri BUMN dan Sudirman Said sebagai Menteri ESDM semakin memperjelas sindikasi-skema mafia baru di sektor migas.

Tidak hanya itu, sempat berhembus kabar Rini bakal menempatkan ‘kroni’ nya dalam jajaran direksi perusahaan pelat merah. Terkait hal itu, Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengungkapkan, Presiden Jokowi harus mengedepankan transparansi untuk menjaga perusahaan negara tetap bersih dari praktik kecurangan.

“Kalau Pak Jokowi benar mau revolusi mental, ya terapkan di lingkungan dia sendiri harusnya,” ujar Prastowo usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (9/11).

Revolusi mental dimaksud Prastowo terkait transparansi pemilihan jajaran direksi di sejumlah perusahaan BUMN.

“Bikinlah sistem rekrutmen transparan yang kompetensinya bisa diuji publik,” ungkapnya.

Terlepas kepada hasil akhir dari pemilihan, Prastowo menilai setidaknya publik sudah mengetahui kompetensi para calon direksi.

“Bahwa nanti ada yang memilih kenapa bukan A yang masuk atau B, tapi minimal kan untuk masuk ke sana (menjadi direksi) prosesnya fair. Tidak tertutup,” papar Prastowo.

Prastowo tidak mengharamkan masuknya ‘kerabat dekat’ ke dalam jajaran direksi perusahaan BUMN. Asalkan melalui proses sama dengan kandidat lain dan bisa dilihat kompetensinya.

“Yang jelas jangan karena kedekatan, tapi tanpa mengetahui kompetensinya. Intinya transparansi,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebut dalam memilih komisaris tetap harus melalui proses uji kelaikan dan kepatutan ketat. Yang terdekat adalah PT Pertamina.

“Enggalah, itu semua dengan fit and proper, ada proses lanjutan dan juga proses lainnya,” ucap Rini.

Porses uji kelaikan dan kepatutan dilakukan kepada mereka para calon berasal dari eksternal perusahaan. Sementara, untuk calon dari internal perusahaan, tidak melaluinya.

Rini menegaskan, dirinya tidak ngoyo memilih sosok eksternal jika dari internal perusahaan jauh lebih bagus. [noe]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge