0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ruwatan Amien Rais Masuk Pelanggaran HAM

Mobil Amien Rais yang ditembak (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Aksi ruwatan Amien Rais oleh Paguyuban Masyarakat Tradisi (Pametri) Kamis, (16/10) lalu turut mendapat perhatian Komnas HAM. Laporan sejumlah organisasi masyarakat ke Polda DIY terhadap koordinator ruwatan, Agus Sunandar, juga menjadi bahan perbincangan antara anggota Komnas HAM, Manager Nasution dengan Kapolda DIY, Brigjen Pol Oerip Subagyo siang ini di Polda DIY.

“Kami juga akan menanyakan perkembangan laporan aksi ruwatan, sejauh mana laporan itu ditindaklanjuti polisi,” kata Manager, saat menggelar konferensi pers di rumah Amien Rais, Minggu (09/11) pagi.

Menurutnya, aksi ruwatan terhadap Amien Rais bisa masuk ke dalam pelanggaran karena ada nuansa teror secara simbolik terlihat dari pemotongan ayam saat ruwatan.

“Ada pesan simbolik teror, coba anda bayangkan motong ayam,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Manager, aksi memasuki pekarangan rumah orang tanpa izin juga dinilainya sebagai bentuk pelanggaran HAM.

“Memasuki pekarangan rumah orang tanpa permisi itu pelanggaran HAM,” lanjutnya.

Menanggapi hal itu, koordinator Pametri, Agus Sunandar membantah hal disampaikan oleh Manage Nasution. Menurutnya, dalam ruwatan Amien Rais tidak ada aksi potong ayam, melainkan hanya memotong bulu ayam saja.

“Coba lihat di TV, tidak ada potong ayam, yang ada potong bulu ayam dan itu bukan teror. Itu seperti potong rambut bayi, harapannya supaya bisa menjadi anak baik,” ujar Agus.

Ia juga membantah jika ruwatan itu dilakukannya di pekarangan rumah Amien Rais. Menurutnya ruwatan dilakukan di jalan, di depan rumah Amien Rais.

“Itu di jalan gang, bukan di pekarangan rumah Pak Amien,” tandasnya. [hhw]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge