0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Irma Sustika Konsisten Berdayakan Wanita

Irma Sustika (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Wanita di mata Irma Sustika merupakan makhluk Tuhan dengan segala kelebihan, bahkan dikarunia banyak talenta. Hanya saja masih banyak di antara kaum Hawa tak menyadari anugerah ini dan justru pasrah pada nasib.

Atas dasar itulah founder Womanpreneur Community (WPC) ini ingin mendobrak kebekuan mindset atau pola berpikir para wanita Indonesia. Seperti di negara-negara maju, sejatinya para ‘Kartini’ bisa sukses dan mandiri dengan segala kreativitas dimiliki.

Ya, sosok Irma Sustika bisa jadi tak asing lagi di kalangan pelaku usaha mikro, khususnya wanita. Sejak 2009 silam, wanita dengan komitmen tinggi terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro ini mulai aktif merangkul kaumnya.

Melalui media sosial Facebook, ia membuat grup Womanpreneur Community untuk menyebarkan virus-virus kewirausahaan di kalangan ibu rumah tangga. Komunitas ini sengaja dibikin tak lain demi memberdayakan potensi wanita Indonesia.

“Saya ada kegelisahan, kegetiran, bahkan mungkin ‘kemarahan’ pada wanita karena banyak sekali yang menganggap wanita makhluk lemah. Saya ingin sampaikan bahwa wanita nggak seperti itu, mereka adalah makhluk kuat. Jadi komunitas (WPC) ini kami kembangkan lebih kepada empowering (pemberdayaan-red),” ungkap Irma Sustika, saat berbincang dengan TimloMagz di sela acara ‘Membedah Strategi Pemasaran’, di Move Megaland Hotel Solo, beberapa waktu lalu.

WPC sendiri pada dasarnya merupakan ruang berbagi, belajar dan menjalin networking untuk mulai membangun dan mengembangkan diri menjadi woman preneur bagi seluruh wanita. Komunitas ini mengusung misi memberdayakan ekonomi wanita.

Saking getolnya memperjuangkan kemandirian wanita, Irma Sustika pun belakangan mengembangkan inkubator bisnis. Melalui program itu, dirinya berupaya melahirkan pengusaha-pengusaha wanita handal dan tangguh. Apalagi saat ini sebanyak 60 persen usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia dinahkodai para wanita.

Bicara tentang inkubator bisnis, program ini mulai dikembangkan 2013 lalu. Di sini, peserta dibentuk jiwa kewirausahaannya, di antaranya melalui motivasi, bimbingan hingga pendampingan.

Irma Sustika tampaknya memang paham betul bagaimana memberdayakan wanita. Selain membuat kelas pertemuan langsung melalui program inkubator bisnis, wanita dengan latar belakang pendidikan ilmu politik dan sempat berkarir 18 tahun di industri perbankan dan asuransi ini juga membuka kelas online tiap Minggu.

“Kami bikin kelas online tiap Minggu melalui grup Facebook dan itu free (gratis-red). Tiap Minggu ada topik khusus yang dibahas. Kami bangun komunitas ini untuk membangun sebuah sinergi bersama,” kata dia.

Seperti air mengalir, Irma Sustika memang berupaya memanfaatkan celah apapun untuk bisa dilalui. Salah satu terobosan teranyarnya, WPC belum lama ini meluncurkan penerbitan katalog produk layaknya majalah. Media ini dirilis sebagai promosi bersama dan disebar ke 5000 anggotanya di wilayah Jabodetabek, Bandung, Cirebon, Solo, Surabaya dan Padang.

Terlepas dari gagasan atau segala pencapaian telah berhasil dilakukan, satu hal masih menjadi keprihatinan Irma saat ini adalah kurangnya dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha mikro. Wanita aktif terjun di dunia sales dan marketing ini menyayangkan belum optimalnya peran pemerintah. Kalaupun ada dukungan, seringkali tidak tepat sasaran.

“Pelaku usaha mikro perlu supporting (dukungan-red), perlu sekali keterlibatan pemerintah untuk para pelaku usaha. Selama ini banyak pelaku usaha yang dapat support, tapi seringkali tidak tepat sasaran,” tandas Irma Sustika.

Menutup perbincangan, pendiri ISF Consulting ini berharap pemerintah lebih aktif melakukan pendampingan sebagai upaya pemberdayaan pelaku usaha mikro. Institusi terkait harus bisa merangkul pelaku usaha mikro, kecil dan menengah agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge