0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pertumbuhan Industri Meubel Terganjal Tenaga Terampil

Wakil Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) Komda Solo, Adi Dharma Santoso (Timlo.net - Setyo)

Solo – Pelaku usaha meubel dan kerajinan di wilayah Solo mengeluhkan minimnya tenaga terampil. Sementara, pesanan barang baik dari dalam maupun luar negeri terus meningkat.

Minimnya tenaga terampil tersebut lantaran banyak yang beralih profesi. Wakil Ketua Asosiasi Permebelan dan Kerajinan Indonesia(ASMINDO) Komda Solo, Adi Dharma S mengatakan, saat ini banyak pelaku usaha meubel masih belum bisa memaksimalkan produksinya karena masih terganjal minimnya tenaga terampil.

“Hal itu terjadi saat 3 atau 4 tahun yang lalu ketika pasar meubel internasional kususnya di Amerika lesu karena krisis. Sehingga berdampak kepada menurunya permintaan barang didalam negeri. Lebih jauh dampaknya banyak tenaga terampil kita beralih profesi,” ujarnya kepada Timlo.net, kemarin.

Untuk menyiasati hal itu, tak sedikit para pelaku usaha meubel mengambil tenaga yang minim pengalaman untuk dididik menjadi tenaga terampil.

“Apa boleh buat, karena kalau tidak begitu usaha kita juga tidak jalan. Padahal permintaan barang setiap tahunya terus meningkat,” jelasnya.

Menurutnya saat ini industri meubel dan kerajinan mengalami pertumbuhan yang sangat membanggakan.Tiap tahun tumbuh sekitar 10 persen.

“Oleh karena itu dengan adanya Presiden yang baru ini kita berharap pemerintah juga bisa mendorong pertumbuhan industri meubel dalam negeri, seperti penyediaan tenaga terampil dan bahan baku,”pungkasnya.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge