0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Liputan Panggung Harus Punya Daya Imajinasi Tinggi

Jagongan Jurnalis (Timlo.net - Daryono)

Solo – Untuk dapat menulis liputan panggung (budaya) dengan baik, seorang jurnalis harus memiliki daya imajinasi yang tinggi. Hal itu disampaikan mantan jurnalis harian Kompas, Ardus M Sawega saat menjadi pembicara tunggal dalam Jagongan Jurnalis dengan tema Jurnalisme Panggung yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo, Sabtu (8/11) sore.

Berdasarkan pengalaman Ardus, imajinasi bisa diperkuat dengan banyak membaca cerita pendek (cerpen), novel ataupun karya sastra puisi. Tingginya imajinasi dapat membuat tulisan panggung lebih bernilai.

“Kalau anda ingin punya nilai lebih, anda berlatih berimajinasi. Saya melakukan itu dengan membaca cerpen, novel dan puisi. Saat ini, saya masih memetik nuansa-nuansa puitik
itu,” tutur Ardus yang mengaku belajar menulis secara otodidak.

Dalam peliputan panggung secara umum, lanjut Ardus, tulisan lebih banyak mengambil sudut pandang (angle) yang menarik bagi penulis. Namun demikian, hal itu juga perlu
direfleksikan apakah hal menarik itu juga sesuai dengan dengan hal menarik yang dianggap pembaca secara umum. Refleksi itu penting karena jurnalis menulis tidak untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk masyarakat umum.

“Hal lain yang menarik untuk bisa ditunjukkan misalnya momen dramatik, momen yang indah atau keterharuan. Meskipun keterharuan ini juga harus diuji oleh orang lain,” jelas
dia.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge