0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPR: Sebenarnya Jokowi Bisa Tak Naikkan BBM

Seorang warga aksi tunggal menyindir pengguna mobil mewah yang masih menggunakan BBM bersybsidi (dok.timlo.net/heru murdhani)

Timlo.net — Subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) selalu menjadi masalah krusial dalam pemerintahan. Besarnya anggaran subsidi kerap menjadi kambing hitam tidak suksesnya pembangunan nasional. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pembangunan sektor lain seperti pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Satya W. Yudha mengatakan pemerintah Jokowi sebenarnya tidak harus menaikkan harga BBM subsidi untuk menghemat anggaran. Pemerintah bisa mengubah pola distribusi BBM yang selama ini dijalankan dengan pola terbuka menjadi tertutup. Pola distribusi tertutup membuat BBM subsidi hanya bisa dibeli oleh masyarakat miskin.

“Pemerintah sebenarnya bisa saja tidak menaikkan harga BBM subsidi. Caranya dengan mengubah pola dengan tidak boleh terbuka. Mau orang punya mobil 4 atau 5 harus dilakukan pembatasan,” ucap Satya dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (8/11).

Namun demikian, Satya mengakui pemerintah selama ini bermasalah dalam melakukan klasifikasi mengenai rakyat. Pemerintah tak bisa melakukan klasifikasi masyarakat mana yang berhak menerima BBM subsidi dan tidak.

“Tapi selama ini pemerintah tidak bisa. Ini sama saja klasifikasi rakyat miskin, hampir miskin, dan sangat miskin yang selama ini tidak jelas. Diperlukan klasifikasi rakyat tadi untuk pengguna BBM subsidi dan ini tidak mudah,” tegasnya.

Satya menyarankan pemerintah Jokowi agar melakukan koordinasi intensif dengan masyarakat dalam melakukan klasifikasi kelompok ekonomi. Kenyataan selama ini, klasifikasi masyarakat oleh pemerintah kerap berbeda dengan realitas masyarakat yang melihat secara langsung.

“Sukses atau tidaknya tergantung kearifan masyarakat dan pemerintah menerima klasifikasi tadi. Kenyataan selama ini ada masyarakat yang ekonominya sudah melompat tapi masih menerima dana sosial. Ini jangan disepelekan,” tutupnya. [bim]

Sumber: merdeka.com


Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge