0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sebarkan Aplikasi Android Bajakan, Pria Ini Ditahan Polisi

Aplikasi BBM di Google Play. (Dok: Timlo.net/ Ranu Ario)

Timlo.net—Pembajakan. Sebuah kutukan terhadap keberadaan semua bisnis kreatif. Pembajakan sendiri menjadi topik perdebatan yang panas selama ini. Kebanyakan orang tetap percaya bahwa menyalin konten yang seharusnya Anda beli secara gratis dan membagi-bagikannya adalah kejahatan.

Keterbukaan Android telah menawarkan banyak hal hebat untuk platform itu dan para penggunanya, tapi ada sebuah hal buruk yang menjadi tantangan bagi para pengembang yaitu file .apk yang bisa didownload dan disebarkan secara gratis. Hal ini memudahkan proses pembajakan dari aplikasi-aplikasi berbayar dan membuat proses menghasilkan uang menjadi sulit bagi para pengembang. Sebelumnya, tidak ada pengadilan dan hukuman untuk membajak aplikasi seluler. Tapi rupanya hukum melihat bahwa penggunaan smartphone naik dan masalah ini bukan lagi masalah sepele.

Jadi pada 2012, FBI mulai menutupt tiga toko aplikasi tidak resmi penuh dengan aplikasi bajakan yaitu AppBucket, Applanet dan SnappzMarket. Operasi ini adalah yang pertama yang lantas diikuti dengan penangkapan seorang pria berusia 28 tahun bernama Scott Walton. Warga Ohio, Amerika Serikat (AS) itu menjadi orang pertama yang mendekam di penjara karena membajak aplikasi Android.

Pada 3 November 2014, Walton dinyatakan bersalah untuk konspirasi kejahatan pelanggaran hak cipta dan sedang menunggu proses vonis. Dia ditangkap Juli 2014 bersama dengan dua rekannya, semuanya adalah anggota dari SnappzMarket Group, yang menyalin dan mendistribusikan lebih dari satu juta aplikasi Android bajakan senilai $1,7 juta. Uang ini memang cukup besar. Grup pembajak lainnya mungkin memperoleh hukuman yang lebih ringan, tapi dengan uang sebanyak itu SnappzMarket mungkin akan memperoleh hukuman yang lebih berat.

Sumber: Phone Arena.

Editor : Ranu Ario Kurniawan

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge