0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

BBM Belum Naik, Harga Kebutuhan Pokok Sudah Melambung

Menjelang kenaikan harga BBM, harga sejumlah kebutuhan pokok sudah merangkak naik. (dok.timlo.net/agung)

Sragen – Pemerintah belum secara resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, namun sejumlah harga kebutuhan pokok di Sragen sudah mulai melambung. Kendati belum secara keseluruhan, kenaikan harga kebutuhan pokok itu selain dipicu sulitnya mendapat pasokan sejumlah komoditi dagangan, juga adanya rencana pemerintah menaikkan harga BBM.

Seperti di Pasar Bunder Sragen, kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran dan bumbu dapur. Harga cabai hijau besar misalnya, sebelumnya harga satu kilogram Rp 10 ribu, naik menjadi Rp 15 ribu perkilogram. Jenis cabai rawit merah, harga sebelumnya Rp 35 ribu perkilogram, naik jadi Rp 38 ribu perkilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada kentang dan bawang merah. Harga kentang perkilogram, sebelumnya Rp 8000, kini naik menjadi Rp 9500. Kondisi itu juga terjadi pada jenis sayuran seperti kacang-kacangan dan sawi.

“Selain karena ada rencana kenaikan BBM, musim kemarau juga berpengaruh,” ujar Warti (46), salah satu pedagang di Pasar Bunder.

Namun hal berbeda terjadi pada minyak goreng kemasan justru mengalami penurunan. Harga minyak goreng sebelumnya Rp 11 ribu perkilogram, kini turun menjadi Rp 10 ribu perkilogram. Sementara untuk harga telor ayam tetap stabil di angka Rp 16 ribu perkilogram.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Sragen, Nonok Sujiyono, mengatakan guna mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar, pihaknya siap menggelar sosialisasi. Selain itu juga melakukan pantauan situasi mengantisipasi adanya penimbunan.

“Senin depan kami turun ke lapangan untuk sosialisasi dan pengawasan terkait rencana kenaikan BBM,” katanya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge