0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Keracunan, Cairan Coklat Dicurigai Kadaluwarsa

Petugas kesehatan tengah memeriksa para korban keracunan yang diduga akibat makanan (Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto)

Wonogiri – Fakta baru terungkap, ternyata tidak semua siswa mengonsumsi es potong “Tip Top” mengalami keracunan seperti dialami 119 siswa di empat sekolah dasar (SD). Namun pihak orang tua siswa mencurigai pencelup es potong itu, yakni berupa cairan coklat mengandung zat berbahaya dan dimungkinkan juga coklat cair itu sudah kadaluwarsa.

Dari hasil penelusuran Timlo.net, ada lima siswa waktu itu bersamaan membeli es potong, namun hingga kini dia sehat walafiat. Salah satunya adalah Ikhsan, siswa kelas 2 SD Negeri Pucung 3 mengaku ikut membeli dan minum es lilin sebagaimana teman lainnya, Sabtu pekan kemarin. Namun, dia tidak merasakan sakit maupun keanehan apapun dalam dirinya. Dia tetap masuk sekolah hingga kini bersama lima rekannya.

“Tidak apa-apa. Tidak sakit,” kata Ikhsan, Jumat (7/11).

Kepala SD Pucung 3, Suyitno membenarkan ada sebagian siswanya tidak keracunan. Dia menyebut, siswa itu memiliki daya tahan tubuh baik, sehingga terbebas dari rasa mual, muntah, atau pening.

“Memang antar-SD ini satu jalur hingga tembus Desa Romo Tambak, Semin (DIY). Kabarnyapun demikian di Desa Romo Tambak juga ada beberapa siswa SD yang mengalami hal serupa dan konon katanya juga setelah membeli es potong itu,” katanya.

Sementara itu, pihak orang tua siswa keracunan mencurigai coklat sebagai bahan pencampur es potong telah kadaluwarsa dan mengandung zat berbahaya lainnya. Bahkan menurut mereka, es itu sudah tidak segar dan coklat tampak seperti lendir. Harga perpotongnyapun hanya Rp 500 dengan berbagai warna.

“Anak saya ikut membelinya dan meminumnya. Saya curiga coklatnya kadaluwarsa karena baunya tidak segar dan menyengat. Cairan coklat juga terlihat menjijikkan dan hanya diwadahi potongan bekas air mineral yang kotor kehitaman,” ungkap Rukinah, orang tua dari Dafa Yulianto, siswa kelas 1 SD Negeri Pasekan 3, seraya menambahkan dirinya pernah beberapa kali menegur penjual es potong itu.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge