0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tolak Kenaikan Harga BBM

Anggota DPR Minta Kabinet Jokowi Lakukan Terobosan

Pelayanan BBM (premium) di SPBU (dok.merdeka.com)

Solo – Anggota DPR asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Abdul Kharis Almasyhari menolak rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi diwacanakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Menurut anggota DPR asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V (Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten) ini, pemerintah semestinya melakukan terobosan baru tanpa menaikkan harga BBM.

“Saya secara pribadi keberatan (dengan kenaikan harga BBM) karena masih banyak terobosan yang bisa dilakukan kabinet Jokowi. Sangat yakin masih mungkin dilakukan terobosan, apalagi harga minyak dunia saat ini turun,” kata Kharis, di sela kunjungan kerjanya di Solo, Jumat (7/11).

Namun demikian, Kharis tidak merinci terobosan apa bisa dilakukan kabinet Jokowi-JK. Hal itu, katanya, menjadi tugas menteri-menteri Jokowi-JK untuk merumuskan terobosan-terobosan baru.

Lebih jauh, anggota Komisi XI DPR RI ini menyatakan, kenaikan harga BBM memberi dampak tidak hanya terhadap rakyat kecil, namun berimpas pula terhadap rakyat kelas menengah. Hal ini terbukti, baru sebatas wacana saja banyak harga kebutuhan pokok sudah mulai merangkak naik. Sektor industri juga dipastikan terkena dampak dari kenaikan harga BBM.

Disinggung pendapat menyatakan kenaikan harga BBM tidak perlu mendapat persetujuan DPR, Kharis tidak menyoal hal itu. Namun demikian, lantaran kenaikan harga BBM terkait alokasi subsidi, seharusnya rencana kenaikan itu dibicarakan dengan DPR.

Apakah pendapatnya itu mewakili Fraksi PKS, Kharis menyebut sikap Fraksi PKS baru diputuskan Selasa pekan depan.

“Fraksi, Selasa pagi akan rapat,” ujarnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge