0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Nasabah Dibawa Lari, BMT di Klaten Didemo

Ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Klaten —  Puluhan pedagang Pasar Induk Kota Klaten melakukan demo di lembaga keuangan Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Bina Usaha Mandiri (BUM), Jumat (7/11). Pasalnya pihak BMT BUM Klaten diduga membawa lari uang ratusan nasabah yang mencapai miliaran rupiah.

Pantauan Timlo.net, sejumlah petugas kepolisian dari Dalmas Klaten tampak menjaga jalannya demo pedagang didepan kantor BMT BUM yang berada di Tegal Blateran, Kelurahan Kabupaten, Klaten Tengah, tak jauh dari kompleks Pasar Induk Kota Klaten. Sedangkan kantor BMT BUM sendiri tampak sepi dari aktivitas lantaran dalam keadaan tutup dan digembok.

Salah seorang nasabah, Tuminah (53) warga Dadimulyo, Gergunung, Klaten Utara, menyebutkan deposito senilai Rp 400 juta miliknya tidak dapat dicairkan. Padahal ia menabung di BMT BUM sejak dua tahun lalu. Ia memperkirakan total ada 200 pedagang dengan jumlah simpanan sebesar Rp 3 miliar hingga Rp 4 miliar yang dibawa kabur BMT BUM.

“Total Rp 400 juta itu dana dari suami dan dua anak saya. Curiganya ketika Selasa lalu, saat saya datangi kantornya tutup. Padahal saya sudah sering SMS dan telrpon tapi tak ada jawaban dari karyawannya. Selain itu, saya juga sudah mendatangi rumahnya di Ceper, tapi sepi tidak ada orang,” ujarnya sembari memperlihatkan bukti 2 sertifikat simpanan berjangka yang dikeluarkan BMT BUM.

Menurut Tuminah, yang sehari-hari berjualan kelontong mengaku, dirinya tertarik menanamkan investasi ke BMT BUM lantaran karyawannya jemput bola mendatangi pedagang di Pasar Induk Klaten. Sehingga banyak pedagang tidak kerepotan untuk menyetorkan uang tabungannya.

“Selain itu, kami juga diiming-imingi bunga 13 persen. Jadi setiap bulan saya dapat bunga Rp 3 juta. Bahkan dua tahun terakhir, BMT BUM saat hari raya membagi-bagikan sembako,” urainya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge