0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sanksi Berat Bagi Pelanggar Teritorial RI

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia tanpa ijin akan diberi sanksi berat. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir pelanggaran teritorial di wilayah Indonesia.

“Itu urusan kementerian, yang pasti harus dibuat berat. Baik yang di laut atau di udara harus diperberat agar tidak diulangi lagi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di JIExpo Kemayoran Jakarta, Jumat (7/11).

Diketahui, pesawat jet Gulfstream IV dengan nomor HZ-103 milik Arab Saudi yang dipaksa TNI AU mendarat di Bandara El Tari Kupang akhirnya diizinkan melanjutkan penerbangan ke Australia. Pesawat itu hanya didenda Rp 60 juta sebelum dilepas.

“Setelah ditahan sekitar delapan jam di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan membayar denda, pesawat jenis Gulfstream IV dengan nomor penerbangan HZ-03 milik Arab Saudi diizinkan melanjutkan penerbangan ke Australia pada Senin, dini hari,” kata Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara El Tari Kupang, Kapten Sigit.

Belakangan, denda Rp 60 juta tersebut menuai kritik. Nilai tersebut dinilai terlalu sedikit karena pesawat dan kapal asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Sikap itu juga disayangkan Panglima TNI Jenderal Moeldoko.

Dia mengaku akan membahas masalah ini dengan Komisi I DPR yang membawahi pertahanan.

“Usulannya harus dijerat hukum. Masa Rp 60 juta, harus Rp 60 miliar baru top,” kata Moeldoko.

TNI juga tak mau pilot asing langsung dilepas. Minimal harus merasakan penjara di Indonesia dulu. Jadi ada efek jera bagi mereka yang melanggar kedaulatan RI.

“TNI mendahulukan tindakan persuasif tapi dihukumnya harus kuat,” kata Moeldoko. [lia]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge