0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Naikkan Harga BBM, Jokowi Siap Tidak Populer

Presiden Jokowi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya siap tidak populer terkait kebijakan penaikan harga bahan-bakar minyak (BBM) bersubsidi, mengingat hal itu hanya membebani anggaran negara dan tidak produktif.

“Ada yang bilang nanti tidak populer, saya jadi pemimpin bukan untuk populer kok. Itu tanggung jawab pemimpin, kebijakan pasti ada risikonya,” kata presiden, saat membuka Munas Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/11). Demikian dikutip dari Antara.

Jokowi mengatakan, selama lima tahun ini jumlah subsidi digelontorkan pemerintah sebesar Rp 714 triliun. Sementara untuk infrastruktur hanya Rp 577 triliun dan kesehatan Rp 202 triliun.

“Apa yang ada di dalam bayangan bapak-ibu semuanya. Kita ini boros, kita ini konsumtif, yang justru kita bakar Rp 714 triliun tiap hari. Coba kalau ini dibuat bendungan jadi berapa. Kalau Rp 400 M satu bendungan, bisa menjadi 1400 waduk,” katanya.

“Saya ingin memberikan kesadaran pada kita semuanya. Ada yang tidak betul harus dibetulkan. Oleh sebab itu, subsidi BBM kita alihkan dari konsumtif ke tempat yang produktif. Itu tadi, ke irigasi, bendungan, subsidi pupuk untuk petani, subsidi benih untuk petani, mesin untuk nelayan,” kata Presiden Jokowi.

Sementara itu, presiden mengatakan sampai saat ini masih dikalkulasi terkait kebijakan mengurangi subsidi BBM.

“Kalau kalkulasinya sudah matang, kartu perlindungan sudah matang, kemungkinan bulan ini belum bisa saya sampaikan, kalau sudah saya putuskan kalian akan tahu,” katanya kepada wartawan seusai membuka Munas Kagama. [ian]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge