0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kelangkaan Cabai Diduga Akibat Permainan Tengkulak

Cabai merah (Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian)

Karanganyar – Naiknya sejumlah komoditas sayuran di wilayah Karanganyar diduga disebabkan gagal panen di sejumlah tempat akibat kemarau panjang. Hal itu bertambah parah dengan munculnya para tengkulak memainkan harga.

“Kenaikan harga sejumlah komoditas sayuran dipicu panenan yang kurang bagus di musim kemarau. Kondisi ini diperparah ulah tengkulak yang memainkan harga pasaran demi kepentingan pribadi,” kata Kasubbag Perekonomian Bagian Perekonomian Setda Karanganyar, Warto, saat ditemui wartawan di uang kerjanya, Kamis (6/11).

Ia mencontohkan, buah pisang di Pasar Tawangmangu justru dipasok dari Boyolali, baru kemudian didistribusikan ke Solo dan sekitarnya. Harganya terlanjur tinggi karena konsumen mengira kualitasnya sama dengan pisang dari lereng Gunung Lawu.

Warto membenarkan sempat terjadi kelangkaan cabai di Pasar Tegalgede Karanganyar menyebabkan harga komoditas itu melejit. Beruntung kondisi ini bisa lekas diatasi dengan mendatangkan cabai dari Pasar Sunggingan, Boyolali.

“Jejaring TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) antarkabupaten/kota bekerja cukup bagus. Jika ada kelangkaan barang di suatu daerah, maka daerah lain akan mencukupinya. Sehingga, menghindari fluktuasi harga,” jelas dia.

Berdasarkan survei harga sembilan bahan pokok (sembako) pada pekan pertama November 2014, terjadi kenaikan harga cabai rawit merah biasa Rp 2 ribu perkilogram, yakni Rp 32 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 30 ribu perkilogram.

Kemudian cabai merah grid menjadi Rp 26 ribu perkilogram dari sebelumnya Rp 24 ribu perkilogram. Namun juga terjadi penurunan harga sejumlah sayuran rata-rata Rp 1000 perkilogram, misalnya wortel, kubis dan tomat.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge