0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Memrihatinkan, Jalur Alternatif Terowongan Ngangkruk Penuh Sampah

Jalur alternative terowongan Banyudono penuh sampah (Dok. Timlo.net/Nanin)

Boyolali – Terowongan di bawah jalan raya Solo-Semarang, merupakan jalur alternatif pengguna jalan menuju Desa Ketaon, Kecamatan Banyudono berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Selain kumuh, juga menimbulkan bau tak sedap.

Belakangan ini, pengguna jalan melintas di terowongan mengeluh. Pasalnya, jalan di dalam terowongan dipenuhi sampah, sebagian besar dimasukkan dalam plastik, namun sebagian terserak begitu saja.

“Walah, jalan bagus kok malah untuk buang sampah,” ujar Rahmat (45) pengguna jalan saat melintas di terowongan.

Tumpukan sampah juga terlihat di jalan masuk terowongan sisi Utara. Saat hujan deras, sampah masuk ke saluran air di sisi Utara jalan. Dikhawatirkan bila dibiarkan menumpuk, saluran air mampet, sehingga mengganggu aliran air ke areal pesawahan milik petani.

“Saya tidak tahu siapa yang membuang sampah. Tahu-tahu jumlah sampah bertambah banyak. Mungkin pembuangan dilakukan malam hari,” timpal Atmo (51), penguna jalan lainnya.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU- ESDM) Nyoto Widodo mewakili Kepala DPU- ESDM, M Qodri mengaku ikut prihatin dengan kondisi terowongan. Hanya saja, pihaknya tak memiliki kewenangan mengatasi masalah itu.

“Itu kan termasuk jalan nasional, jadi bukan kewenangan kami. Namun kami akan secepatnya koordinasikan dengan jajaran terkait,” pungkasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge