0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tanpa Penegakan Perda, Penanggulangan HIV/AIDS Tak Efektif

ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Solo – Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penanggulangan HIV/AIDS meminta pemerintah Kota (Pemkot) Solo serius melakukan penegakan Peraturan Daerah No 3 Tahun 2006 tentang Penanggulangan Eksploitasi Seks Komersial (PSK). Pasalnya, tanpa penegakan Perda itu, penanggulangan HIV/AIDS tak bakal berjalan efektif.

“Di situ (Perda No 3/2006) ada jelas sanksi bagi PSK, lelaki hidung belang, germo dan perantaranya. Kita punya Perda itu dan Perda itu belum berjalan efektif,” kata Wakil Ketua Pansus Raperda Penanggulangan HIV/AIDS, Sugeng Riyanto kepada wartawan, Kamis (6/11).

Menurutnya, meski di Solo tak ada tempat prostitusi dilegalkan, tidak sulit menemukan lokasi prostitusi terbuka ataupun tertutup seperti salon ataupun panti pijat.

“Tempat-tempat itu kan mempunyai potensi penyebar virus HIV/AIDS. Padahal virus melebar secara cepat kan melalui perilaku seks menyimpang. Nah, mau tidak mau ya mengoptimalkan Perda No 3 Tahun 2006 itu,” jelasnya.

Tanpa penegakan Perda No 3 Tahun 2006, penanggulangan HIV/AIDS tak efektif. Dengan penegakan Perda itu, walikota punya kewenangan menutup tempat-tempat berfungsi sebagai prostitusi.

Sedangkan untuk Raperda Penanggulangan HIV/AIDS, nanti arahnya lebih pada memaksimalkan sosialisasi atau promosi penanggulangan HIV/AIDS dengan membangun jejaring Komite Penanggulangan AIDS (KPA).

“Faktanya di Solo kan sudah ada ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Artinya terhadap ODHA ini perlu penanganan medis yang baik dan upaya agar tidak menyebar serta upaya untuk jaga kerahasiaan indentitas penderita ODHA,” tutur Sugeng Riyanto.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge