0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cabai Langka di Karanganyar

Cabai merah (Dok. Timlo.net/Nanang Rahadian)

Karanganyar – Pedagang di Pasar Jongke Karanganyar mengeluhkan sulitnya mencari dagangan cabai. Kelangkaan ini dirasakan sejak dua hari terakhir, akibatnya harga cabai melambung hingga Rp 45 ribu perkilogram.

“Sudah dua hari ini susah mencari cabai yang sret merah. Cabai sret merah adalah cabai rawit yang sudah tua. Kalau cabai rawit biasa ada, tapi harganya juga mahal. Bahkan cabai rawit hijau dan cabai keriting serta cabai merah biasa semua naik harganya,” kata Sri, salah satu pedagang Pasar Jongke Karanganyar pada wartawan, Kamis (6/11).

Ia menambahkan, sudah dua hari ini tidaberk jualan cabai sret merah, lantaran memang susah dicari, kalaupun ada harganya mahal. Kenaikan cabai merah mulai Rp 7000 menjadi Rp 10 ribu kemudian Rp 15 ribu dan terus naik hingga kini sudah mencapai Rp 35 ribu.

“Saya dengar harga kulaknya sudah Rp 35 ribu, tapi karena sudah dua hari ini saya tidak dapat yang sret merah, jadi tidak tahu berapa dijualnya itu. Kalau lombok ijo saya jualnya Rp 15 ribu, cabai merah keriting Rp 40 ribu dan yang merah biasa Rp 35 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, Sunarti mengatakan kenaikan harga tidak serta-merta, namun bertahap di kisaran Rp 3000 hingga Rp 5000.

“Cabai sret atau rawit merah saya jual Rp 45 ribu. Kalau untuk cabai rawit biasa sudah mencapai Rp 40 ribu, cabai keriting juga Rp 40 ribu. Sedangkan cabai rawit hijau saya jual Rp 40 ribu. Memang mahal dan sulit, makanya kalau kulakan nunggu habis dulu,” ungkapnya.

Kepala Disperindagkop dan UMKM Karanganyar, Nur Halimah mengatakan, pihaknya belum mendapat laporan terkait kelangkaan dan naiknya harga cabai. Namun agar dapat segera mengetahui penyebabnya, dia berencana berkomunikasi dengan Bidang Ekonomi terlebih dulu. Selanjutnya baru berkomunikasi dengan para pedagang.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge