0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mobil Amien Rais Ditembak, Ini Pengakuan Hanafi

Olah TKP (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Mobil Toyota Harrier milik politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais ditembak orang tak dikenal, Kamis (6/11) dinihari tadi. Putra Sulung Amien Rais, Hanafi Rais menceritakan kejadian penembakan di rumah ayahnya itu.

Hanafi mengaku mendapatkan informasi kejadian tersebut pagi tadi pada pukul 06.30 WIB.

“Saya menerima kabar jam setengah 6 pagi tadi dari penjaga rumah,” kata Hanafi Rais kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).

Menurut dia, kasus ini telah ditangani oleh Polda DIY dan Polres Sleman. Dirinya dan keluarga menyerahkan sepenuhnya agar kepolisian dapat menuntaskan kasus teror tersebut.

Pada saat kejadian, pelaku meluncurkan tembakan ke mobil ayahnya. Tepatnya di sebelah kanan, kaca pintu belakang.

“Kalau boleh bertanya ke hati nurani pelakunya, saya harap diberi jalan terang,” katanya.

Penjaga rumah pun langsung mengejar pelaku penembakan yang diketahui mengendarai sepeda motor. Namun, penembak langsung lari dan tidak diketahui jejaknya.

“Bapak saya ada di situ (rumah). Kalau pakai batu dan poster itu tidak apa-apa (terornya). Tapi kalau sudah pakai senjata api berarti tidak main-main. Sehingga kami laporkan ke pihak berwajib,” jelasnya.

Hanafi enggan berspekulasi teror tersebut ada kaitannya dengan memanasnya iklim politik di tanah air. Yang jelas, dia tetap berusaha untuk berprasangka baik atas kejadian tersebut.

“Saya tidak mau suudzon, menduga-duga. Tunggu hasil dari kepolisian, hingga siang ini polisi masih kerja,” terangnya.

Menurut Hanafi, ada dua motif dibalik aksi penembakan tersebut. Pertama karena pelaku berusaha menteror agar ayahnya takut dan hal itu dinilai tidak berhasil.

“Ayah saya nggak pernah takut, jadi tujuan pertama gagal,” tegasnya.

Kedua, kata Hanafi, pelaku ingin publisitas dan telah berhasil. Bahkan, tambah dia, pelaku telah mendapatkan bayaran atas aksi yang dilakukannya.

“Mungkin sudah dapat bayaran karena berhasil,” tambahnya.

Sampai sejauh ini, kata Hanafi, keluarga dan ayahnya masih tinggal di Yogyakarta. Amien, kata Hanafi, merupakan sosok bapak yang tidak memiliki rasa takut. [tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge