0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bupati: Sangiran Masih Banyak Menyimpan Misteri

Dirjen Kebudayaan, Kacung Marijan (tengah) di damping Sekda Sragen Tatag Prabawanto (kanan) dan Bupati Karanganyar Juliyatmono (kiri), saat meresmikan Museum Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Setelah museum manusia purba Klaster Dayu, Museum Manusia Purba Klaster Ngebung dan Klaster Bukuran, kemarin (Rabu, 5/11) giliran Museum Manyarejo yang terletak di Desa Manyarejo, Kecamatan Plupuh, Sragen diresmikan Dirjen Kebudayaan Prof Dr
Kacung Marijan PhD.

Penandatangan prasasti dilakukan Kacung Marijan disaksikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto yang mewakili Bupati Agus Fatchur Rahman, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Wakil Bupati Karanganyar Rohadi Widodo dan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPMSP) Sangiran Sukronedi.

Bupati Sragen dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Tatag Prabawanto mengatakan, kawasan Sangiran masih menyimpan banyak misteri yang belum terungkap, tentang kehidupan manusia purba jutaan tahun yang lalu.  Untuk itu penelitian sangat penting terus dilakukan karena keberadaan manusia modern saat ini tentunya tak lepas dari kehidupan manusia di masa silam.

Dojelaskan, Pemkab Sragen dan masyarakat sangat bangga, karena wilayahnya terdapat museum purbakala yang memilki koleksi fosil-fosil kehidupan purbakala terlengkap di dunia. Untuk itu  Pemkab akan senantiasa mendukung dan membantu setiap upaya dari berbagai pihak dalam membangun dan mengembangkan kawasan Sangiran.

“Pemkab Sragen telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pengembangan kawasan Sangiran. Diantaranya dengan membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan sehingga akses menuju kawasan Sangiran menjadi lancar. Dengan lancarnya akses menuju kawasan tersebut, maka akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung,” katanya.

Sementara itu, Kacung Marijan mengharapkan, penelitian akan tetap berlanjut, karena tidak hanya berguna bagi ilmu pengetahun namun juga
mempunyai dampak yang positip dari segi ekonomi bagi masyarakat sekitar museum.

“Untuk itu mau nggak mau harus memberdayakan warga sekitar, misalnya saja menjadikan rumah-rumah warga menjadi homstay bagi para tamu maupun peneliti,” ujarnya..

Kacung Marijan juga mengajak para pengambil keputusan baik di Kemeterian, Pemprov, Pemkab Sragen maupun Pemkab Karanganyar untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik untuk mengelola museum-museum tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge