0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Keracunan Es Potong, 4 Siswa SD Masih Dirawat di RS

Faqih saat menjalani perawatan di Puskesmas Wuryantoro (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Dari 9 siswa SD korban keracunan es potong yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit, 5 di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Kini tinggal 4 siswa yang masih terbaring di kamar perawatan.

Informasi yang diperoleh dari pihak rumah sakit, Kamis (6/11), siswa yang menjadi korban keracunan mengalami peradangan lambung dan usus (gasterointeritis). Diduga ini akibat keracunan zat makanan dan minuman yang kedaluwarsa.

Siswa yang masih dirawat, diantaranya Oktavianus (8) warga Dusun Tejosari, Desa Pucung, Faqih Nasir (10) warga Dusun Soko, Desa Pucung (Kecamatan Eromoko) –keduanya siswa kelas II dan kelas IV SDN III Tejosari. Keduanya kini masih terbaring di kamar perawatan Puskesmas Wuryantoro.

Sementara dua siswa SDN II Gundi Desa Pucung yakni Kheisa Nuraini (7) dan Arya Dias (7) menjalani perawatan di RS.Astrini Wonogiri serta RSUD Wonogiri.

Saat dijumpai di Puskesmas Wuryantoro, salah satu siswa yang mengalami keracunan mengaku bahwa setelah membeli es potong”Tip Top” tersebut tenggorokan terasa pahit dan perut pun melilit.

Salah satu korban, Faqih Nasir didampingi ibu dan ayahnya mengatakan, sebelumnya dia membeli es potong “Tip Top” dengan harga Rp 500 bersama rekan-rekan siswa SD lainnya. Dikatakan, sehari sebelumnya pun dirinya sempat membeli es yang sama namun tidak terjadi apa-apa.

“Setelah minum es itu terasa mual-mual dan pusing, lalu pingin muntah,” kata Faqih

Faqih Nasir sendiri menurut pihak keluarga sudah menjalani perawatan di Puskesmas Wuryantoro sejak Minggu (2/11)lalu,bersama Oktavianus yang hanya beda kamar.

Kepala Puskesmas Wuryantoro Titik Setyaningsih melalu staf Puskesmas Sunarsih menjelaskan, gejala yang dikeluhkan oleh empat pasien itu hampir sama. Namun pihaknya tidak mengetahui latar belakang si pasien, hanya saja mereka mengalami gejala mual dan diare.

“Dari hasil laborat, mereka mengalami peningkatan sel darah putih yang memicu peradangan dan infeksi pada lambung dan usus (gastrointeritis), biasanya penyebabnya dari makanan atau minuman yang mengandung zat berbahaya,” katanya.

Kini kondisi kedua bocah itu pun sudah berangsur-angsur membaik. Sehari ke depan pihak rumah sakit sudah memperbolehkan keduanya dibawa pulang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge