0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jajan Es Potong, 119 Siswa SD Keracunan Massal

Camat Eromoko, Danang Erawanto (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Diduga akibat mengonsumsi es potong atau es “Tip Top”, sebanyak 119 siswa sekolah dasar (SD) di Kecamatan Eromoko, Wonogiri keracunan. Mereka mengalami gejala mual-mual, muntah, sesak nafas, panas dan diare. Bahkan, sembilan siswa terpaksa dilarikan ke rumah sakit guna menjalani perawatan. Sedang 110 siswa lainnya rawat jalan.
Siswa yang mengalami keracunan tersebut merupakan siswa empat SD di dua desa. Yakni SD 2 Gundi dan SD 3 Tejosari, Desa Pucung, SD Pasekan 1 dan Pasekan 3.

Informasi yang diperoleh dari pihak Kecamatan Eromoko menyebutkan, kejadian bermula pada hari Sabtu (1/11) lalu, dimana siswa SD di dua desa itu mengkonsumsi es potong “Tip Top” yang dibeli dari seseorang penjual yang baru tiga hari berjualan di dua desa itu.

“Dari informasi yang kita peroleh, mereka (siswa) mengonsumsi es itu pada Sabtu (1/11) lalu, kemudian hari berikutnya baru terasa ada gejala mual-mual, muntah, sesak nafas, panas dan diare. Dan puncaknya itu pada Rabu (5/11) kemarin,” ungkap Camat Eromoko Danang Erawanto saat dijumpai wartawan, di kantornya, Kamis (6/11).

Dikatakan,dari jumlah total 119 siswa SD tersebut, sembilan di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit di beberapa tempat, seperti Puskesmas Wuryantoro, Astrini Wonogiri, RSUD Wonogiri, dan Mulyo Darmo Eromoko.

“Untuk hari ini siswa yang tidak masuk sekolah di SD 3 Pasekan berjumlah 16 siswa, lalu di SD 3 dan 1 Pucung berjumlah 13 siswa ,tapi mereka sudah sembuh kok,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kecamatan sudah turun tangan dengan meninjau lokasi di empat SD itu bersama jajaran kepolisian, baik dari pihak Polsek Eromoko dan Polres Wonogiri. Sementara itu, penjual es potong “Tip Top” begitu sebutan para siswa yang mengonsumsi bukan warga Wonogiri, melainkan warga Klaten yang baru tiga hari berjualan di desa itu.

“Katanya es itu dipotong-potong lalu ditusuk pakai bambu untuk pegangan kemudian dicelupkan dalam cairan coklat. Kami sudah mengumpulkan sampel untuk barang bukti, selanjutnya pemeriksaan lebih lanjut kami serahkan pada pihak kepolisian. Yang jelas dari pihak wali murid tidak ada yang menuntut,” kata Danang.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat, khususnya mempunyai anak sekolah agar tidak jajan sembarangan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge