0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rafting, Wisatawan Asing Terseret Arus Deras di Bali

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Seorang wisatawan asal India, Bhavik Sha, terseret arus deras hingga tewas saat melakukan arung jeram atau rafting di sungai Ayung Kabupaten Gianyar, Bali. Lemahnya Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelola setempat diklaim menjadi penyebab tewasnya wisatawan tersebut.

Kejadian naas itu terjadi Selasa (4/11) kemarin. Informasi yang didapat, korban saat itu bersama keluarga dan istrinya Khayati Bhavik Shah, sedang menikmati derasnya arus sungai.

Hingga di pusat air deras pada titik curam, tiba-tiba perahu karet yang dibawa korban membentur batu dan sempat terguling, saat itu sudah diketahui korban hilang. Namun karena derasnya air dan dahsyatnya teriakan rekan-rekan korban, hingga tidak memperhatikan kalau satu dari mereka hilang.

Saat diketahui korban tidak ada, salah seorang pemandu yang berinisial I Wayang Rsn justru tidak terlihat panik dan memilih mencari korban dengan tidak melakukan penyisiran di pusat dugaan terjadinya kemungkinan korban hilang.

“Padahal rekan korban sudah berulang kali menegur pemandu tersebut dan menunjukkan lokasi kemungkinan hilangnya korban. Tetapi tetap saja dilakukan pencarian di luar lokasi. Ini aneh, di mana standar SOP mereka dalam bekerja,” Kata IB Parta Adnyana, Ketua DPD Gabungan Pengusaha Tirta dan Bahari (Gahawisri) Bali, Kamis (6/11).

Melalui Phonselnya, Parta Adnyana menyebutkan jika pemandu menjalankan prosedur penyelamatan pasca hilangnya korban saat itu, ada kemungkinan korban dapat diselamatkan. Artinya, pemandu dari perusahaan Bali Adventure tidak pernah mengikuti standar penyelamatan.

“Ini perusahaan besar, mestinya para pemandu tahu cara penyelamatan atau cara pencarian bilamana terjadi insiden,” Tegasnya.

Kedepan, dirinya berharap bentuk usaha yang berhubungan dengan wisata air, apapun bentuknya seluruh pemandu harus menguasai SOP.

“Untuk saat ini, kita masih kumpulkan bukti-bukti. Apakah perusahaan yang bersangkutan kita kenakan sanksi, akan dipertimbangkan nanti,” Ucapnya. [hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge