0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengguna Indonesia Mulai Tinggalkan BlackBerry

Penjualan BlackBerry di Indonesia. (Dok: Timlo.net/ Phone Arena.)

Timlo.net—Di Jakarta, Steven Chandra menjual smartphone. Beberapa tahun lalu, 90 % ponsel yang dia jual merupakan smartphone BlackBerry. “Sekarang, hanya satu dari sepuluh smartphone yang saya jual adalah  BlackBerry,” kata Chandra. Menurut IDC, pada 2011 sekitar 43% dari pasar Indonesia dikuasai oleh BlackBerry.

Tapi terjadi penurunan tajam. Dalam enam bulan pertama tahun ini, pangsa pasar BlackBerry di negara ini hanya 3 %. Hal ini membuat brand ini di bawah kebanyakan produsen smartphone di Indonesia baik produsen besar maupun kecil. Bahkan pangsa pasar BlackBerry di bawah pangsa pasar Smartfren.

Andy Cobham, yang mengatur bisnis BlackBerry di Indonesia menyalahkan manajemen perusahaan asal Kanada itu untuk berbagai masalah yang terjadi di Indonesia. Menurut Cobham, BlackBerry selalu ingin menjadi pemegang keputusan terakhir untuk semua kebijakan penjualan yang ada di Indonesia. Misalnya dalam sebuah promosi penjualan BlackBerry Bold 9790 pada 2011, BlackBerry menawarkan diskon 50 persen untuk  seribu orang pertama yang membeli. Kantor BlackBerry lokal mencoba menyakinkan kantor pusat BlackBerry untuk membatalkan promosi ini, dengan alasan mereka takut terjadi kerusuhan. Dan memang itulah yang terjadi.

Blackberry juga kehilangan respons positif di Indonesia saat mantan CEO Thorsten Heins berkata bahwa perusahaan itu akan meninggalkan pasar konsumen untuk fokus pada bisnis enterprise. Padahal kebanyakan penjualan di Indonesia ditujukan untuk pasar konsumen. Dan pemerintah Indonesia membuat situasi lebih buruk karena meminta perusahaan itu membangun sebuah pabrik di Indonesia. BlackBerry tidak hanya menolak permintaan ini, tapi justru membangun pabrik di Malaysia.
“BlackBerry adalah sebuah produk kelas dunia, tapi Waterloo (markas BlackBerry) salah mengurusnya. Mereka bukan pemain global. Mereka seperti pemain di kota kecil,” kata Andy Cobham.

Tapi masih ada harapan. Berkat kesepakatan BlackBerry dengan Foxconn, BlackBerry Z3 dirilis tahun ini, diproduksi khusus untuk pasar seperti Indonesia. Bahkan ada BlackBerry Z3 edisi khusus Jakarta. Aplikasi chat BBM juga memperoleh kepopuleran di wilayah itu, dengan jumlah pengguna di Indonesia naik sebesar 150 % dibandingkan tahun lalu.

Juru bicara BlackBerry Matt Stewart berkata bahwa untuk meraih pengguna di Indonesia, mereka fokus pada para profesional seluler generasi berikutnya. “Indonesia menjadi salah satu pasar konsumen terkuat BlackBerry. Kami percaya bahwa para konsumen kami saat ini akan menjadi para profesional berikutnya. BlackBerry akan terus menjadi pemain nomor satu bagi para konsumen itu,” terangnya.

Sumber: Phone Arena.

Editor : Ranu Ario Kurniawan

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge