0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DKK Solo Kekurangan 446 Tenaga Kesehatan

Kepala Bidang (Kabid) Upaya Kesehatan DKK Kota Solo, Setyowati (dok.timlo.net/red)

Solo — Dinas Kesehatan (DKK) Kota Solo mengeluhkan masih kurangnya jumlah tenaga kesehatan di Solo. Hal itu menyebabkan banyak puskesmas yang menerapkan sistem double job (kerja ganda) bagi tenaga kesehatan yang bertugas. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Upaya Kesehatan DKK Kota Solo, Setyowati, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu.

“Selama ini yang berjalan adalah banyak perawat kita yang kerja ganda. Misalnya jadi bendahara, administrasi dan juga stand by sebagai perawat di puskesmas,” paparnya saat dijumpai wartawan.

Dengan postur jumlah pegawai yang ada sekarang, yakni 545 petugas, Setyowati menyebutkan pihaknya sering kali harus mengoptimalkan jumlah petugas dengan cara memberlakukan kerja ganda. Berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK). secara umum DKK Solo masih membutuhkan 446 tenaga kesehatan untuk ditempatkan di 17 puskesmas dan 3 unit pelaksana teknis. Tenaga kesehatan tersebut adalah
perawat, dokter umum, bidan, dan tenaga administrasi.

Secara terperinci Setyowati menjelaskan, kebutuhan jumlah tenaga kesehatan di DKK Kota Solo untuk tenaga perawat jumlah kebutuhan mencapai 164 petugas, sedangkan jumlah perawat saat ini hanya 102, artinya masih ada kekurangan 62 orang. Bagitu juga dengan tenaga dokter yang saat ini jumlahnya 27 orang, padahal idealnya membutuhkan 96 orang dan masih kurang 69 orang. Serupa dengan dokter dan perawat, jumlah tenaga bidan masih kekurangan 46 orang dengan jumlah ideal 134 orang.

Dikatakan Setyowati, idealnya satu orang dokter di puskesmas hanya melayani sebanyak 30 pasien, namun lantaran kekurangan tenaga medis ini, dokter di puskesmas di Solo rata-rata melayani dua kali lipat jumlah ideal pasien. Padahal dokter di puskesmas juga bertugas sebagai penanggungjawab puskesmas.

“Untuk sementara kami mengoptimalkan sumberdaya yang ada karena untuk penambahan tenaga kesehatan kami hanya mengandalkan jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pusat,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge