0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2015, Perusahaan dan Pemilik Toko Diminta Patuhi UMK

Uang (Dok. Timlo.net/Nanin)

Sragen – Mulai tahun depan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen meminta perusahaan, termasuk pemilik pertokoan melaksanakan kesepakatan antara perwakilan buruh dengan pengusaha tentang pemberian upah minimum kabupaten (UMK).

Kepala Disnakertrans Kabupaten Sragen, Sarwaka mengatakan, berdasarkan hasil pembahasan nilai UMK Sragen 2015, disepakati  pada angka Rp 1,095 juta sesuai survei kebutuhan hidup layak (KHL).

Kenaikan UMK Sragen mencapai Rp 135 ribu dan diharapkan para pengusaha mematuhi hasil kesepakatan.  Selain itu, kepatuhan menetapkan upah para buruh sesuai UMK juga semestinya dipatuhi para pemilik toko.

“Nilai UMK Sragen 2014 adalah Rp 960 ribu dan 2015 naik menjadi Rp 1.095 juta. Para pengusaha seharusnya mematuhi nilai kesepakatan UMK, jika keberatan silakan ajukan penangguhan,” tandas Sarwaka, baru-baru ini.

Pihaknya pun meyakini nominal UMK ditetapkan sama dengan nilai UMK hasil kesepakatan antara kedua belah pihak, yakni para pengusaha dan buruh.

“Biasanya kalau kedua belah pihak sepakat, keputusan dari gubernur juga sama,” pungkasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge