0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakti Indonesia, Bakrie Building Industries Rangkul SMK

DISKUSI INTERAKTIF-Diskusi interaktif bertajuk ‘Mencetak Kompetensi Lulusan SMK yang Sesuai dengan Kebutuhan Dunia Industri Manufaktur’ di Novotel Solo, Rabu (5/11) ()

Solo – PT Bakrie Building Industries (BBI) dalam perjalanan bisnisnya turut berperan serta mendukung kemajuan dunia pendidikan. Bukti nyata perseroan dalam mewujudkan peran sertanya adalah melalui program Community Development ‘Bakti BBI untuk Indonesia-Seremoni Penandatanganan Kerjasama Industri Sekolah’.

Seremoni kerjasama ini merupakan kelanjutan dari program pengembangan komunitas BBI di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK). Di sini perseroan mengembangkan kerjasama melalui penandatanganan nota kesepahaman antara BBI dengan tiga SMK, yakni SMKN 2 Klaten, SMKN 2 Sragen serta SMKN 2 Wonosari.

Chief Executive Officer (CEO) BBI, Yogi Pratomo Widhiarto, mengatakan program Community Development Bakti BBI untuk Indonesia merupakan bukti keseriusan BBI dalam menunjang pendidikan dan masa depan pelajar. Sehingga saat lulus sekolah, mereka tak perlu kesulitan mencari lapangan kerja.

Senior Human Capital and General Affair Manager BBI, Edwin Daniel, menambahkan sebelumnya kerjasama BBI dengan beberapa SMK hanya berupa perekrutan siswa berprestasi. Selain berkarir, siswa juga diberi kesempatan melakukan praktik kerja lapangan (PKL).

“Seiring berkembangnya dunia industri dan dedikasi kami dalam menurunkan angka tunakarya di Indonesia, BBI berinisiatif memberikan tempat kepada siswa SMK untuk mengembangkan ilmu. Selain itu juga berkarir di dunia industri,” tambahnya di Novotel Solo, Rabu (5/11).

Adapun tujuan utama program Community Development Bakti BBI untuk Indonesia adalah sebagai gerbang pengembangan kerjasama jangka panjang. Tidak hanya sebatas rekrutmen siswa, namun diperkaya dengan aktivitas lainnya.

“Seperti memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar dengan sarana dan prasarana yang dibutuhkan, pelatihan guru hingga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui workshop di masing-masing sekolah,” ungkap Edwin Daniel.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge