0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Mau Dibangun Jalur Lingkar Dalam, Ini Tanggapan DPRD

Ketua Komisi II DPRD Solo YF Sukasno (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Jajaran Komisi II DPRD Solo menyambut baik rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk membangun jalan lingkar dalam atau Solo Inner Ring Road (SIRR) di wilayah Solo selatan. Komisi II meminta dinas terkait mematangkan rencana itu dan mengajukan feasibility
study (FS)-nya di APBD Perubahan 2015.

“SIRR itu sangat diperlukan. Sementara ini kan masih wacana. Makanya kajiannya harus detail. Karena fungsi utama tanggul itu untuk melokalisir air agar tidak masuk ke kota. Kalau dimanfaatkan untuk hal lain kan ya harus ada kajian,” kata Ketua Komisi II DPRD Solo, YF Sukasno kepada wartawan, Rabu (5/11) di ruang kerjanya.

Dia memperkirakan, pembuatan FS membutuhkan dana yang cukup besar. Anggaran untuk pembuatan FS itu bisa diajukan dalam APBD Perubahan 2015. Sedangkan untuk pengerjaan proyek SIRR nanti tentunya mengandalkan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah pusat.

“Tetap mengandalkan pusat dan propinsi. Kalau APBD jelas tidak mungkin karena itu kan proyek besar,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh Sukasno, SIRR direncanakan dibangun sepanjang 7 km mulai dari tanggul di kawasan timur Pucangsawit melewati Kali Pepe kemudian ke wilayah Sangkrah, Semanggi hingga Joyontakan. Keberadaan SIRR nanti bisa memecah kepadatan arus lalulintas di Jl Kapten Mulyadi.

Ditambahkan, peluang Solo untuk mendapatkan anggaran untuk pembangunan SIRR cukup besar mengingat rencana Pemprov Jateng membangun jalur lingkar di Solo utara batal dilakukan. Pembatalan itu lantaran sudah ada proyek Tol Solo-Kertosono.

“Karena outer ring road (jalur lingkar luar kota) di Solo utara oleh propinsi jelas tidak dilanjutkan karena adanya tol, kemungkinan
Pemprov akan fokus di selatan,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge