0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua WNI Korban Pembunuhan di Hongkong Tak Dapat Jaminan Kematian

korban Seneng Mujiasih (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Dua WNI yang tewas terbunuh di Hongkong, Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih tidak mendapat asuransi kematian. Pasalnya, mereka berdua tidak tercatat secara resmi sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

“Kalau soal itu (asuransi) kemungkinan tidak ada, karena keduanya tidak tercatat sebagai TKI,” kata Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Gatot Abdullah Mansyur, Rabu (5/11).

Namun meski tidak mendapat asuransi kematian seperti TKI, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri akan berusaha mencarikan solusi agar keluarga kedua WNI tersebut mendapat bantuan dari pemerintah.

“Sampai saat ini kami masih bicarakan dengan Kementerian Luar Negeri, apakah teknisnya pemberian santunan atau apa. Yang jelas akan ada pemberian semacam itu,” katanya.

Kedua WNI itu masuk ke Hong Kong hanya berbekal visa kunjungan, meski pernah menjadi TKW.

“Dari hasil penelusuran kami, Sumarti Ningsih ini masuk ke Hong Kong melalui visa sosial budaya. Sedangkan Lorena alias Seneng Mujiasih ini mantan TKI, namun sudah habis masa kerjanya atau masa izin tinggalnya sudah habis (over stay),” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan data dan fakta yang berhasil dihimpun pihaknya, kedua WNI ini diketahui telah melanggar undang-undang keimigrasian baik yang berlaku di Hong Kong maupun Indonesia.

“Inilah mengapa kami agak kesulitan melacak keberadaan kedua WNI tersebut karena memang keduanya tidak tercatat dalam data base TKI yang bekerja di luar negeri,” ucapnya.

Namun, katanya, meski secara hukum melanggar proses keimigrasian, pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri menjamin akan memberikan bantuan kepada pihak keluarga, baik bantuan hukum maupun proses pengiriman jenazah dari Hong Kong menuju daerah asal masing-masing.

“Saat ini kami bersama Kementerian Luar Negeri sedang memproses pengiriman kedua jenazah ke Indonesia, dan kami berharap prosesnya bisa sesegera mungkin dapat diselesaikan,” katanya.[hhw]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge