0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Anak Punk dan Gelandangan di Boyolali Digaruk

Tim Gabungan razia belasan PGOT dan Anak Punk dibeberapa lokasi di Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Boyolali, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta jajaran Polres dan Kodim Boyolali, melakukan razia pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) di sejumlah titik di sepanjang jalan Solo-Semarang, Rabu (5/11).

Razia di antaranya dilakukan di kawasan Taman Sonokridanggo hingga pertigaan Ngangkruk dan kawasan wisata Pengging,  Kecamatan Banyudono. Hasilnya, belasan gelandangan, pengamen, anak punk dan pelajar yang ketahuan membolos, kena garuk razia tim gabungan

Setidaknya, sembilan gelandangan, satu pengamen, serta lima anak punk berhasil diamankan petugas. Tak hanya itu, petugas juga berhasil
mengamankan dua pelajar yang ketahuan tengah membolos jam pelajaran sekolah.

Kasi pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsosnakertran Boyolali Ali Mukharom mengungkapkan, rasia ini dilakukan demi menjaga rasa aman masyarakat. Pasalnya sudah banyak keluhan masyarakat terkait banyaknya PGOT yang berkeliaran di Boyolali.

“Keberadaan mereka di jalan-jalan dan di lingkungan masyarakat dianggap sudah meresahkan sehingga kami lakukan penertiban,” ungkap Ali.

Menurut Ali, para PGOT yang berhasil diamankan tersebut kemudian dilakukan pembinaan. Bagi gelandangan yang memiliki sakit jiwa kemudian dibawa ke RS Jiwa Wedi, Klaten untuk pengobatan. Sedangkan para anak punk serta pelajar yang membolos, dilakukan pembinaan dengan pemanggilan orang tua. Sementara bagi PGOT yang ternyata tidak memiliki keluarga,pihaknya sudah bekerjasama dengan lembaga rehabilitasi.

“Untuk siswa yang membolos, kami akan panggil juga pihak sekolah yang bersangkutan,” imbuhnya.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge