0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polri Bantu Identifikasi Korban Pembunuhan di Hongkong

korban Seneng Mujiasih (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Polri akan mengirimkan data ante mortem 2 WNI korban pembunuhan di Hongkong pada kepolisian Hongkong.

“Ada proses bantuan dalam rangka identifikasi, pertama data ante mortem, tim Jateng menuju Cilacap, mengambil sampel pihak keluarga untuk DNA atas nama Sumiarti Ningsih kedua Seneng Mujiasih dari Muna, Sulsel,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar kepada awak media di ruang Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (5/11).

Boy mengatakan untuk mengambil data ante mortem Mujiasih di Muna, Sulawesi Selatan, tim forensik hingga kini masih terkendala masalah transportasi. Menurut Boy, kemungkinan Jumat nanti data anti mortem wanita berusia 32 tahun itu baru akan tiba di Jakarta.

“Target hari Jumat, sampel dari Muna. Kalau sampel dari Cilacap sudah tiba di Jakarta, agar segera kita kirimkan ke Hongkong,” kata Boy.

Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena alias Seneng Mujiasih dibunuh oleh seorang warga negara Inggris Rurik George Caton Jutting di Hong Kong. Jesse Lorena alias Seneng Mujiasih bekerja di Hong Kong selama sekitar 8 tahun.

Awalnya wanita berusia 32 tahun itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga, dan menetap di sebuah rumah kos yang letaknya tak jauh dengan tempat tinggal Jutting, si tersangka.

Jasad Jesse alias Ruri awalnya ditemukan di Apartemen Jutting dengan luka tusuk di leher dan pantat. Sementara, jenazah Sumarti Ningsih ditemukan dalam koper balkon apartemen milik Jutting pada Sabtu 1 November 2014. Dia diduga sudah tewas beberapa hari sebelumnya.

Saat ini, Rurik George Caton Jutting dihadapkan ke pengadilan di wilayah timur Hong Kong. Setelah sidang perdana, pria asal Inggris tersebut akan tetap ditahan dan akan kembali dihadapkan ke depan hakim Pengadilan Hong Kong pada 10 November 2014. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge