0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pendapatan Meleset, Pemprov DKI defisit

ilustrasi (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pemprov DKI Jakarta mengalami defisit sebesar Rp. 12 Triliun pada tahun anggaran 2014. Target pendapatan yang dicapai Pemprov meleset dari perkiraan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengatakan, awalnya Pemprov DKI Jakarta menargetkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta sebesar Rp 72,9 triliun. Namun mendekati akhir tahun nilai tersebut sulit tercapai karena hanya mampu Rp 60 triliun atau mengalami defisit sebanyak Rp 12 triliun.

“Saat ini kita defisit. Kemungkinan ada sekitar Rp 12 triliun dari APBD kita,” ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (5/11).

Dia menambahkan, hal ini dikarenakan target penerimaan dari pos meleset. Selain itu, dana perimbangan dan penerapan electronic road pricing (ERP) dan izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA) belum dapat direalisasikan pada tahun ini.

“Pendapatan hanya sampai angka Rp 60 triliun. Rp 12 triliun lainnya tidak tercapai. Alasannya karena dana perimbangan dari ERP dan pajak tidak tercapai,” terang Saefullah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan, target Pemprov DKI Jakarta untuk pajak sebesar Rp 32,5 triliun sulit untuk tercapai.

“Target sepertinya tidak tercapai. Mungkin hanya sekitar 87 persen saja, itupun mudah-mudahan,” jelasnya.

Sampai saat ini baru Rp 22,184 triliun yang telah dikumpulkan oleh Dinas Pajak DKI Jakarta. Sebab beberapa pajak mengalami penurunan pemasukan, di antaranya Pajak Reklame, Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Parkir, Pajak Rokok dan Pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Pajak Reklame baru mencapai 27 persen atau senilai Rp 659,374 juta. Sedangkan target yang harus dicapai Rp 2,4 triliun. Pajak Parkir baru 41,2 persen atau senilai Rp 329,582 juta, targetnya Rp 800 juta.

Lalu untuk Pajak BPHTB masuk 49,63 persen atau senilai Rp 2,481 triliun, sedangkan targetnya Rp 5 triliun. Untuk Pajak Rokok baru mencapai 34,66 persen atau Rp 138,643 juta, padahal targetnya Rp 400 juta. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge