0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DKK Karanganyar Bentuk Tim Khusus Cegah Penyebaran Virus Ebola

Pelayanan di RSUD Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)
Karanganyar —  Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar bakal membentuk tim khusus untuk memeriksa kesehatan haji usai kepulangan dari Tanah Suci.  Tim tersebut bakal bergerak, baik secara aktif maupun pasif guna melakukan langkah pencegahan penularan virus Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV) dan Ebola.
“Kita akan melakukan pemeriksaan secara aktif dan pasif. Lantaran masa inkubasi virus paling tidak berlangsung dua pekan, jadi sesuai prosedurnya para jemaah masih harus dipantau kesehatannya selama itu juga,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK Karanganyar, Fatkhul Munir kepada wartawan, Rabu (5/11).

Munir menambahkan, secara berkelanjutan selama 14 hari tersebut dilakukan pemeriksaan aktif dilakukan dengan mengunjungi jemaah di rumahnya. Selanjutnya, pemeriksaan pasif dilakukan berdasarkan inisiatif haji bersangkutan yang memeriksakan diri ke Puskesmas. Dengan cara itu, DKK dapat mengamati kondisi haji sepulang dari tanah suci dengan intens.

Lebih lanjut, Munir mengatakan apabila memang dalam penanganan nanti terdapat haji yang positif terkena virus Ebola maupun MER, bakal segera dilakukan langkah isolasi.

“Mudah-mudahan tak ada yang terkena. Namun, apabila ada indikasi MERS atau Ebola, terlebih dulu rujukannya disampaikan RSUD Karanganyar, kemudian langsung dirujuk ke RSUD Dr Moewardi Solo. Di sana, pasien akan diisolasi supaya virus tersebut tidak sampai menular ke orang lain. Baru kemudian tim kesehatan dari tingkat pusat datang guna melakukan langkah penanganan,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge