0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ditusuk Perutnya, Kerbau Bule Keraton Solo Mati

Kuburan kerbau bule di Alun-Alun Kidul Keraton Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Kerbau bule keturunan Kyai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang beberapa waktu lalu ditusuk oleh orang tak dikenal, akhirnya Selasa (4/11) malam mati. Kerbau pusaka tersebut tak kuasa menahan sakit di bagian kaki dan perut lantaran perbuatan orang tak bertanggung jawab tersebut.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Solo, Kanjeng Pangeran (KP) Winarno Kusumo membenarkan kerbau yang ditusuk beberapa waktu lalu di kawasan Grogol, Sukoharjo telah tewas sekitar pukul 19.00 WIB malam tadi. Pihaknya langsung mengubur kerbau kesayangan raja tersebut malam itu juga di Alun-alun Selatan Keraton, tak jauh dari kandangnya.

“Benar Mas, kerbau yang ditombak dan mengalami luka di bagian perut serta kaki tersebut meninggal di kandang Grogol, Sukoharjo semalam,” terang pria yang akrab disapa Kanjeng Win tersebut, Rabu (5/11) pagi.

Sebelum dikuburkan, lanjut Kanjeng Win, kerbau bule disucikan terlebih dahulu dan dibalut kain kafan. Setelah itu didoakan oleh para ulama keraton.

“Banyak warga yang ikut membantu. Menggali kubur, menyiapkan bunga dan lain-lain,” katanya.

Terkait penyebab tewasnya kerbau, Kanjeng Win juga membenarkan jika kerbau tersebut pernah dianiaya orang tak dikenal. Menurutnya, kerbau jantan berusia sekitar 60 tahun itu mengalami luka-luka di daerah perut dan kakinya akibat terkena benda tajam semacam tombak.

Pihaknya telah berupaya mendatangkan tim dokter hewan dari Dinas Pertanian Kota Solo untuk melakukan operasi. Operasi itu untuk mengeluarkan mata tombak yang bersemayam di dalam perut.

“Kondisinya sebenarnya masih dalam masa pemulihan setelah dioperasi. Memang sempat drop, trauma dan tidak mau makan setelah ditusuk orang tak dikenal,” katanya.

Terkait kejadian tersebut, kata Kanjeng Win, pihaknya telah melapor kepada pihak berwajib. Harapannya, agar pelaku yang sengaja ingin melakukan pembunuhan itu diusut tuntas dan tidak terulang kembali di masa mendatang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge