0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Vonis Bandar Judi Tak Sesuai, Ormas Hadap Kapolda

ilustrasi judi (dok.merdeka.com)

Klaten – Sidang lanjutan tiga terdakwa bandar judi online Prambanan, Heru Joko Cs mengundang kekecewaan gabungan Ormas Islam Klaten. Pasalnya vonis diberikan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Klaten, Selasa (4/11) belum dianggap sesuai dengan pasal 303. Mereka pun siap menghadap Kapolda Jawa Tengah (Jateng).

“Ini masih belum mencapai sepertiganya dari hukuman maksimal yang harusnya diterapkan kepada bandar judi. Jika hukumannya maksimal tentu akan memberikan efek jera bagi para pelaku,” tandas Ketua Lajnah Tanfidizah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten, Bony Azwar.

Untuk itu, lanjut Bony, gabungan Ormas Islam Klaten terdiri dari MMI, Barisan Muda Klaten (BMK) serta Front Pembela Islam (FPI), berencana menghadap Kapolda Jawa Tengah.

“Dalam minggu-minggu ini kami akan menghadap Kapolda Jateng untuk memberikan bukti-bukti terhadap kasus ini,” kata dia.

Sementara JPU Klaten, Didik Mulyo Nugroho memaparkan, pemberian sanksi hukuman sudah melalui mekanisme internal dan sesuai dengan fakta persidangan.

“Kalau dibilang bandar besar, ternyata barang bukti yang diserahkan kepada kami hanya rekapan untuk dua hari dan tidak ada uang tunai yang disita,” ujarnya.

Untuk diketahui, sidang lanjutan bandar judi online Prambanan, PN Klaten memvonis Heru Joko Santoso dengan tuntutan 1,6 tahun penjara. Sedangkan dua rekannya, Galih Yahya Putra dan Suprato masing-masing diganjar satu tahun tiga bulan.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge