0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

125 Kasus Pernikahan Usia Anak Terjadi di Klaten

Ijab qabul dalam prosesi pernikahan. (dok.timlo.net/agung)

Klaten – Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mutiara Klaten, terjadi 125 kasus pernikahan usia anak. Hal itu diungkapkan Divisi Pencegahan P2TP2A Mutiara Klaten, Muhammad Syakur, Selasa (4/11).

“Meningkatnya prevalensi menikah di usia anak harus menjadi perhatian banyak pihak, khususnya para orang tua. Pasalnya di Klaten ada 125 kasus pernikahan di usia anak. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan permohonan dispensasi kawin yang tercatat di Pengadilan Agama Klaten,” ungkap Muhammad Syakur.

Dalam Rapat Koordinasi Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak, Syakur menerangkan, menikah di usia anak terjadi karena pergaulan bebas cenderung permisif di kalangan anak muda. Hal itu tentu mengundang dilema.

“Kondisi seperti itu sangat dilematis. Jika tidak dinikahkan, anak terlanjur hamil. Sebaliknya jika dinikahkan, anak juga belum siap memasuki jenjang rumah tangga,” terangnya.

Menurut Muhammad Syakur, menikah di usia anak sangat tidak menguntungkan. Pasalnya ketidaksiapan mental, ekonomi, jiwa labil dan sebagainya menjadi potensi memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan perceraiaan.

“Menikah tidak cukup bermodalkan cinta. Menikah menjadi syarat yang harus dipersiapkan secara matang, tidak saja secara materi, tapi juga mental bagi calon suami istri dalam membangun rumah tangga,” pungkasnya.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge