0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mau Magang Kerja di Jepang? Kadisnaker: Jangan Tatoan!

Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman memberi ucapan selamat kepada peserta Pelatihan Pra Pemberangkatan Tahap I Program Magang ke Jepang, beberapa waktu silam (dok.timlo.net/humas setda sragen)

Sragen – Sebanyak 80 calon tenaga kerja (Canaker) dari Kabupaten Sragen mengikuti serangkaian tahapan tes untuk bisa lolos magang ke Jepang. Para peserta berasal dari alumni lembaga pendidikan keterampilan tersebar di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, Sarwaka menjelaskan, seleksi dilaksanakan selama empat hari, Senin hingga Kamis (3-6/11). Pada hari pertama, peserta mengikuti tes kesamaptaan, hari kedua matematika, hari ketiga berupa tes fisik dan hari terakhir, peserta menempuh tes wawancara.

Seleksi magang ke Jepang dilakukan secara bersama oleh Kementerian Tenaga Kerja, Disnaker Jawa Tengah dan International Manpower serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jepang sebagai perwakilan Jepang. Selain itu, dalam seleksi tidak dibatasi kuota tertentu.

“Seandainya 540 orang jumlah yang daftar itu lolos semua, ya semuanya berangkat ke Jepang,” kata Sarwaka.

Lebih lanjut Sarwaka menjelaskan, persyaratan bekerja di Jepang, Canaker tak boleh tindikan, bertato, bahkan tak boleh ada panu di tubuhnya. Selain itu, fisik harus sehat jasmani dan rohani, memiliki berat dan tinggi ideal, harus disiplin tinggi, terlatih dan terampil menguasai bahasa Jepang.

Peserta lolos tes bakal mendapat gaji pokok besar. Bahkan, jika dinilai bagus bisa mendapatkan perpanjangan dan setelah pulang mendapt modal kerja Rp 60 juta.

“Jika mereka lolos, mereka akan mendapat kontrak kerja selama dua tahun dengan gaji pokok Rp 9 juta sampai Rp 10 juta,” ungkap Sarwaka.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge