0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

DPRD Solo Sambut Dingin Kartu Sakti Jokowi

Ketua II KSB, Umar Hasyim (Dok. Timlo.net/Daryono)

Solo – Jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Solo menyambut dingin langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan tiga kartu sakti, yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Pasalnya, kalangan legislator belum melihat detil bagaimana kartu sakti itu diterapkan. Sementara di Solo sudah berjalan beberapa program mirip, di antaranya Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) dan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS).

“Saya belum tahu persis kartu sakti yang diluncurkan Presiden Jokowi. Baru tahu tataran dari media, tetapi yang jelas selama program itu belum dilaksanakan ya kami tetap memakai program yang sudah ada (BPMKS dan PKMS),” kata Wakil Ketua DPRD Solo, Umar Hasyim, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/11).

Menurut Umar, anggaran BPMKS dan PKMS untuk 2015 juga sudah dipasang di Rancangan APBD 2015. Meski ada program kartu sakti dari pemerintah pusat, anggaran di bidang pendidikan dan kesehatan tetap dipasang lantaran merupakan program vital bagi masyarakat.

Disinggung kemungkinan adanya tumpang tindih antara program kartu sakti dengan program PKMS dan BPMKS, Umar menyatakan ke depan harus diupayakan agar tidak tumpang tindih.

“Harus dibuat tidak tumpang tindih, yang sudah ada di Solo ini akan dilaksakan sampai ada kebijakan pusat,” terang politisi PAN ini.

Senada, Wakil Ketua DPRD Abdul Ghofar Ismail berpendapat serupa. Pihaknya belum mendapat gambaran jelas tentang program itu.

“Saya juga hanya  baca di media. Itu pun belum memberikan gambaran yang jelas soal programnya. Saya belum melihat nilai lebih yang ditawarkan layanan kartu itu dibanding program yang sudah ada sebelumnya,” ungkap dia.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge