0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kejari Boyolali Periksa Tersangka Korupsi PNPM Rp 1,2 Miliar

(dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Selama tiga jam, Supriyanti (37), tersangka kasus dugaan korupsi dana bergulir Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MPd) pada kantor UPK Kecamatan Mojosongo senilai Rp 1,2 miliar lebih, menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Boyolali, Selasa (4/11). Selama pemeriksaan, tersangka didampingi kuasa hukumnya, Joko Mardiyanto.

Dalam pemeriksaan, tersangka dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik. Antara lain tentang dengan tugas dan kewenangannya selaku Ketua UPK, lalu tentang dana bergulir PNPM MPd yang diduga ditilep tersangka mulai 2011-2013 dan pengembalian uang dana bergulir yang diduga dikorupsi itu.

Kajari Boyolali, Andi Murji Machfud melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Boyolali, Haris Suherlan,menyatakan, sejauh ini didapatkan fakta perbuatan tersangka melakukan tindak korupsi. Tersangka diduga mengajukan aplikasi pinjaman dana bergulir dengan menggunakan nama kelompok masyarakat, namun menggunakan uang pinjaman itu sendiri.

“Dana itu tidak sampai pada kelompok masyarakat,tetapi digunakan untuk pribadi tersangka,” ungkap Haris saat dikonfirmasi.

Terkait dengan pengakuan tersangka yang sudah mengembalikan dana bergulir tersebut ke UPK, Haris menyatakan, penyidik kejaksaan akan melakukan kroscek lebih lanjut. Apakah dana yang sempat ditilep itu benar-benar sudah dikembalikan atau belum.

“Kita akan kroscek lebih lanjut,tapi yang jelas dana itu tidak dikembalikan melalui kami (penyidik kejaksaan-red),” tambah Haris didampingi Kasi Intel Kejari Boyolali, Faetonny.

Usai diperiksa, tersangka kemarin sore dikembalikan ke Rumah Tahanan (Rutan) Boyolali. Haris menyatakan, penyidik akan melakukan pemberkasan dan pengembangan lebih jauh terkait apakah ada pihak lain yang juga terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana PNPM-MPd ini.

Di sisi lain, Kuasa Hukum tersangka, Joko Mardiyanto, menyatakan, kasus dugaan korupsi yang menjerat kliennya ini seharusnya sudah selesai sejak akhir tahun lalu. Tak perlu lagi disidik kejaksaan. Pasalnya, kliennya (tersangka) telah mengembalikan dana bergulir yang dididuga dikorupsi ke UPK. Total dana yang dikembalikan bahkan melebihi dari total dana yang dipersoalkan itu.

“Dana yang harus dikembalikan sekitar Rp 1,2 miliar, sedangkan klien saya (tersangka) sudah mengembalikan hingga Rp 1,5 miliar lebih secara bertahap dengan menggunakan uang tunai dan aset berupa tanahnya. Pengembalian dilakukan mulai Mei hingga Desember tahun lalu. Harusnya perkara sudah selesai,” tandas Joko.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge