0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Tanah, Akhirnya Ny Noes Divonis Bebas

Ny Noes Soediyono (tengah) bebas dari tuntutan hukum. (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Solo menyatakan pemilik tanah untuk Lembaga Pendidikan Pratama Mulia, Ny Noes Soediyono (74) bebas dari tuntutan hukum. Terdakwa yang terjerat kasus menandatangani surat kuasa memberi hak tanggungan (SKMHT) kepada suaminya, Soediyono untuk meminjam modal ke BPD Jateng dinilai tidak melakukan tindakan yang dituduhkan oleh pihak JPU.

Dalam putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Yuli Happysah SH dan dua anggota majelis, Polin Tangkubolon SH serta Tri Juriswati SH, menilai pertimbangan dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) bukan perkara pidana, melainkan masuk ranah perdata.

“Terdakwa harus dilepaskan dari jeratan hukum dan nama baiknya dipulihkan karena dakwaan alternatif jaksa sesuai pasal 266 ayat 1 KUHP, 378 KUHP dan pasal 242 ayat 1 KUHP tidak memenuhi unsur pidana,” tegas Yuli Happysah dalam membacakan¬† putusan, Senin (3/11).

Berdasar uraian majelis hakim, perkara tindak pidana yang dilaporkan Agung Hari Purnomo dengan terdakwa Ny Noes Soediyono ini, masih berkaitan kasus perdata jual beli tanah dan bangunan seluas 3.000 m2 milik Ny Noes di Jalan Bhayangkara, Tipes, Serengan antara suami terdakwa, Soediyono dengan Agung Hari Purnomo.

Tidak merasa menjual tanahnya, Ny Noes mengajukan gugatan perdata ke pengadilan dengan tergugat I Agung Hari Purnomo, tergugat II Notaris Deborah Eni Sutanti SH dan Notaris Gunawan Wibisono SH sebagai tergugat III.

“Dalam perkara ini, penggugat (Ny Noes —Red) dinyatakan sebagai pemilik tanah yang sah, sedang jual beli antara Agung Hari Purnomo dengan Soediyono dinyatakan batal demi hukum berdasar putusan majelis hakim di PN Surakarta,” terang Yuli Happysah.

Putusan majelis hakim ini, lanjut Yuli Happysah, diperkuat berdasar putusan Mahkamah Agung (MA) karena kasasi yang diajukan tergugat I, II dan tergugat III ditolak majelis hakim. Pokok perdata perdata yang telah memiliki keputusan hukum tetap tersebut, sebagai pertimbangan majelis hakim untuk membebaskan terdakwa Ny Noes Soediyono dari perkara pidana memberikan keterangan palsu dalam akta autentik berdasar laporan Agung Hari Purnomo ke Mabes Polri.

Begitu perkara Ny Noes Soediyono divonis bebas, JPU yakni Ana May Diana SH dan Wan Hadisusilo SH menyatakan pikir-pikir. “Kami pikir-pikir atas putusan ini,” kata Ana May Diana sembari meninggalkan ruang sidang.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge