0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Minta Hujan, Warga Sragen Utara Gelar Doa Bersama

Warga Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Sragen menggelar acara sedekah bumi (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Ratusan warga Desa Kandangsapi, Kecamatan Jenar, Sragen menggelar doa bersama memohon hujan.

Acara sedekah bumi yang diikuti  warga sekitar itu merupakan tradisi rutin yang digelar setiap tahun. Selain meminta kiriman hujan, warga juga meminta agar desa setempat dijauhkan dari mara bahaya dan kekurangan. Acara bersih desa atau biasa disebut dengan tradisi sedekah bumi itu dimulai dengan menggelar kenduri selamatan di pelataran makam ‘Singo Modo’, salah satu tokoh yang dikenal sebagai cikal bakal pendiri Desa Kandangsapi.

Dalam kegiatan nyadran yang digelar Minggu (2/11) itu, sejumlah warga Desa Kandangsapi, juga membawa ratusan tumpeng nasi untuk kenduri. Mereka membawa aneka jajanan pasar, nasi ‘kulupan’, jenang dan ayam ingkung.

Sebelum kenduri besar dimulai, warga menggelar prosesi kirab gunungan ageng hasil bumi beserta serta ratusan tumpeng. Gunungan itu berisi berbagai jenis buah-buahan, sayuran hasil pertanian. Gunungan dan tumpeng diarak dari kediaman Kepala Desa Kandang Sapi menuju pelataran makam Singo Modo berjarak 1 kilometer.

Kades Kandangsapi, Pandu mengungkapkan, selain menjadi bagian dari ihtiar untuk membersihkan desa dari malapetaka. Warga juga berdoa memohon kepada Tuhan agar segera dikirim hujan. “Lantaran saat ini wilayah Sragen utara, khususnya Jenar, mengalami
kekeringan akibat musim kemarau yang berkepanjangan,” kata Pandu.

Senada, Camat Jenar Catur Sarjanto mengtakan, acara kirab sedekah bumi dilaksanak untuk nguri nguri adat budaya Desa Kandang Sapi. Selain melestarikan budaya leluhur, juga membuktikan kerukunan warga setempat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge