0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gaji Kecil, Orang Indonesia Ogah Jadi ABK Dalam Negeri

ilustrasi kapal (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyebut akan segera menemui Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri. Pertemuan ini dilakukan Susi untuk melakukan negosiasi masalah rendahnya upah anak buah kapal (ABK) di Indonesia.

Susi mengakui, rendahnya upah di Indonesia membuat masyarakat lebih memilih bekerja di kapal asing. Susi mengaku juga telah mendapat pesan dari pekerja kapal untuk segera menaikkan UMR mereka.

“Saya mendapat sms tentang pembayaran kru kapal dengan upah minimum regional Jakarta termurah. Ini jadi alasan mereka kerja di luar. Saya mesti ngobrol dengan menteri tenaga kerja untuk upgrade,” kata Susi dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (3/11).

Susi mengakui kualitas ABK Indonesia masih harus ditingkatkan. Mereka harus diberi pelatihan agar tangguh mengarungi lautan. Dengan moratorium izin kapal asing di Indonesia, Susi berharap pemain usaha perkapalan bisa duduk bersama dan membicarakan masalah ini.

“Orang Indonesia itu tidak malas, mereka cuma kurang training. Saya tidak yakin orang Indonesia malas. Kalau mereka diberi pembinaan pasti bisa.”

Selain itu, dia berjanji merombak aturan di sektor perikanan yang merugikan. Termasuk pungutan untuk nelayan lokal.

“Itu tidak benar orang tidak mau usaha di Indonesia. Orang lebih baik mencuri dari pada resmi, banyak cost,” kata Susi dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Senin (3/11).

Sedangkan kapal asing, mereka bisa masuk ke wilayah Indonesia dengan biaya murah jika dibandingkan dengan hasil tangkapan mereka. Pihaknya, akan mengubah beberapa peraturan pemerintah.

“Kalau birokrat ubah PP butuh 2 tahun, lebih baik saya keluar saja. Karena saya dua tahun berarti tidak bisa berbuat apa apa,” katanya. [arr]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge